pasang iklan

Robert Kardinal: Perlunya Sosialisasi Bantuan Pendidikan di Pabar

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Anggota komisi X DPR RI Robert Kardinal menghadiri Dies Natalis STIH Manokwari yang ke-47 yang bertempat di lingkungan kampus STIH, Kamis (17/2/2022). Dalam sambutannya, ia menyampaikan sangat banyak bantuan pemerintah terkait pendidikan untuk tanah Papua. Akan tetapi, peluang bantuan pendidikan yang besar masih perlu sosialisasi agar dapat menjangkau penerima lebih banyak.

“Untuk bantuan mahasiswa yang sudah terlaksana sebanyak 783 mahasiswa dan seharusnya lebih banyak dikarenakan mahasiswa yang mengisi data dalam penerimaan bantuan mahasiwa masih kurang lengkap. Oleh karena itu, kita harus menyosialisasikan untuk adik-adik kita, pelajar, mahasiswa dan orang tua,” ungkap Robert Kardinal.

Menurutnya, pada tahun lalu bantuan pendidikan untuk sekolah dasar (SD) terdapat 5.600 siswa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 4.780 siswa, Sekolah Menengah Atas (SMA) 3.378 siswa dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 900 siswa. Bantuan tersebut disalurkannya sesuai bidang komisi X DPR RI yakni bidang pendidikan, olahraga dan sejarah.

“Setelah membaca tulisan dari UNIPA salah satu dosen mengatakan, bahwa tanah Papua dan Papua barat membutukan 33 ribu guru, saya dan Menteri pendidikan, 3 hari di kota Sorong dan berdiskusi sama 3 dirjen terkait dengan penerimaan guru. Namun dirjen menolak, minimal penerimaan guru harus dengan gelar sarjana. Dan saya langsung berdiskusi kepada Menteri kita harus membuat program biar guru sambil mengajar bisa menempuh gelar sarjana,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berjuang bukan hanya untuk sekolah negeri saja yang mendapat bantuan pendidkan melainkan juga semua sekolah-sekolah yayasan yang berada di kampung-kampung yang berhak mendapat bantuan dan harus sepadan dengan sekolah-sekolah negeri lainnya.

“Dan kami akan berusaha pada tahun ini. Saya berpesan sebelum pak gubernur mengakhiri jabatan tahun ini, bisa disampaikan ada penerimaan sekitar 77.100 yang ada di Indonesia dan peluang ini harus ditangkap supaya Papua Barat bisa mendapatkan kuota yang bagus bagi para guru yang ada di tanah Papua,” jelasnya

“Apa yang saya buat demi pendidikan di tanah Papua jangan disalah-artikan, karena ini anggaran pemerintah yang kita siapkan bersama-sama dengan DPR. Dan sebulum kita menjadi anggota DPR RI kami disumpah akan memperjuangkan pendidikan di daerah dapil masing-masing. Jadi hal ini kita harus melaksanakan kerja sama dan semua yang tadi saya sampaikan terkait dana itu semua di tahun 2021,” sambungnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, ia menyampaikan untuk anggaran pendidikan di tahun 2022 sudah dimulai dan terdapat kuota untuk SD, SMP sampai SMA puluhan ribu siswa yang mendapat dana pendidikan. Hal ini karena 20 % dana APBN dipergunakan untuk kemajuan pendidikan Indonesia. (Rolly)

Share This Article

Related Articles

Comments (151)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery