Posramil di Maybrat Diserang, Pelaku Bersenjata Tajam

MAYBRAT, JAGAPAPUA.COM - Pos Koramil (Posramil) Persiapan Mare di Kampung Suswa, Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, Papua Barat diserang pria bersenjata tajam. Sambil membawa parang pelaku nekat berlari menghampiri Posramil Mare dan hendak menyerang.

Kepala Penerangan Kodam XVIII Kasuari, Kolonel Arm Hendra Pesireron menyampaikan pelaku teridentifikasi bernama Frangky Nauw (FN) seorang warga Kampung Nafasi yang dikenal sebagai Ketua Bamuskam Nafasi.

Dalam keterangannya, Hendra menyebutkan FN yang saat itu diketahui sedang dalam pengaruh minuman keras terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan karena hendak menyerang Danramil Mare. FN mendatangi posramil bersama sejumlah rekannya yang juga sedang dalam kondisi mabuk.

"Pelaku berhasil dilumpuhkan dengan tembakan pada bagian kaki karena akan menyerang dan melukai Komandan Koramil menggunakan senjata tajam," kata Kolonel Arm Hendra Pesireron di Sorong, Minggu (17/4/2022) malam.

Hendra memastikan bahwa FN, pria berusia sekitar 50 tahun tersebut berada dalam kondisi sadar pasca dilumpuhkan dan telah mendapatkan perawatan medis untuk mengehentikan pendarahan akibat luka tembak paa mata kaki sebelah kanan.

“Saat ini pelaku penyerangan masih dalam pertolongan medis, setelah berhasil dilumpuhkan,” kata Hendra.

Menurut Hendra, saat ini kejadian tersebut dalam tahap penyelidikan dari aparat yang berwenang di wilayah tersebut. Ia mengatakan, wilayah tersebut dijaga aparat agar masyarakat tetap tenang dan situasi kembali kondusif.

Kronologi Kejadian

Hendra menuturkan kronologi kejadian bermula saat anggota Posramil yang sedang bertugas yakni Letda Inf Damanik bersama anggota lainnya melihat FN dan rekan-rekannya menghampiri markas militer tersebut, Ahad dini hari.

Mengetahui segerombolan orang itu sedang mabuk dan membawa senjata-senjata tajam, Letda Damanik meminta segerombolan orang itu tak mendekat. Peringatan itu disampaikan dengan kata-kata agar tidak mendekat. Akan tetapi, dikatakan Frangky Nauw tak menggubris peringatan itu dan tetap nekat masuk dengan tetap membawa parang.

“Salah satu anggota Posramil, sempat memberikan tembakan peringatan  pertama ke arah udara agar pelaku mundur,” terang Hendra.

Akan tetapi, peringatan kedua itu juga tak dihiraukan oleh Frangky Nauw. Sehingga anggota kembali memberikan tembakan peringatan ke dua ke arah tanah. Namun FN tak menghiraukan hingga nekat menaiki tangga Posramil sambil mengayun-ayunkan parangnya ke arah Danramil.

“Jaraknya (jarak FN dengan Danramil, red) sekitar satu meter,” katanya.

Dalam kondisi ini, anggota terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak FN sebagai tembakan peringatan ketiga hingga mengenai mata kaki sebelah kanan pelaku. Tembakan ini menghentikan aksi FN dan membuat rekan-rekan FN melarikan diri. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (9642)