Kabar Napi Kabur dari Lapas Manokwari Tewas Tertembak Hanya Hoaks

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COMKabar yang beredar di masyarakat bahwa seorang narapidana (napi) melarikan diri dari Lapas Manokwari tertembak dan meninggal dunia adalah berita bohong atau hoaks belaka.

Akibat hoaks yang beredar, keluarga napi dan masyarakat seketika tersulut dan melakukan aksi blokade jalan hingga membakar ban secara spontan. Aksi tersebut terjadi di Jalan Maskeri, Manokwari, Papua Barat pada Rabu (11/8). Hal itu disampaikan oleh Kapolres Manokwari Dadang Kurniawan Winjaya, SIK

“Kabar yang beredar di kalangan masyarakat adalah tentang napi yang melarikan diri dari Lapas Manokwari ditembak oleh petugas lapas hingga luka-luka dan meninggal dunia, sehingga keluarga korban melakukan aksi blokade jalan dan membakar ban, itu semua tidak benar alias hoaks,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan pada saat penangkapan, napi mengalami luka kecil di bagian pelipis mata. Napi terluka dikarenakan dirinya sempat melawan petugas lapas. Kini napi yang melarikan diri itu telah berhasil kembali diamankan di Lapas Manokwari.

“Petugas medis yang bertugas di dalam lapas juga sudah melakukan upaya pengobatan pada luka kecil napi yang berada di pelipis mata,” ujarnya.

Kapolres kembali menekankan bahwa kabar napi tersebut meninggal akibat ditembak petugas hanyalah hoaks semata. Kini napi tersebut dalam keadaan sehat dan tidak memiliki luka tembak di tubuhnya. Selain itu, pihak Polres Manokwari juga telah mengizinkan keluarga untuk melihat dan memastikan kondisi napi tersebut secara langsung.

“Berdasarkan hasil kesepakatan keluarga yang ingin bertemu dengan napi di dalam lapas untuk melihat langsung telah diizinkan untuk melihat. Ternyata napi dalam posisi sehat dan tidak ada luka tembak di tubuhnya,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Kapolres Manokwari mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menyaring dan memastikan kebenaran setiap informasi yang beredar. Apabila terdapat permasalahan maka diharapkan dapat dibicarakan dengan kepala dingin untuk mendapatkan jalan keluar yang tepat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi apapun yang diterima. Jika permasalahan itu memang benar, mari kita sama-sama mencari solusi yang terbaik bukan membuat permasalahan menjadi melebar dan nantinya masyarakat yang dirugikan,” tutupnya. (Rolly)

Share This Article

Related Articles

Comments (658)

Leave a Comment