pasang iklan

Buku Filep Wamafma jadi Daya Tarik Mahasiswa OAP di Ambon

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Dua mahasiswa asli Papua asal Universitas Pattimura Ambon, Provinsi Maluku, Herman Giban dan Henok Akari menerima buku Filep Wamafma berjudul “Pengaturan Kebijakan Investasi dalam Rangka Perlindungan Terhadap Hak-hak Masyarakat Adat di Provinsi Papua Barat”. Keduanya mengaku tertarik dengan buku hasil karya ilmiah Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum tersebut.

Sebelum menerima buku tersebut, Herman Giban mengaku bangga dan sangat tertarik dengan buku tersebut. Ia melihat dari judulnya tentu isi di dalam buku sangat menarik. Terlebih lagi, penulisnya adalah seorang aktivis asli Papua yang memahami tentang adat dan budaya asli Papua.

“Kami sangat tertarik dengan buku ini, sebab sangat membantu kami dalam menuntut ilmu di kampus Universitas Pattimura, Ambon. Lalu kami bangga karena yang menulis buku ini salah satu dosen yang juga pimpinan STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum” tutur Herman kepada jagapapua.com pekan lalu di Kampus STIH Manokwari Papua Barat.

Menurut Herman, kedepannya buku tersebut akan ia gunakan sebagai bahan referensi untuk generasi asli Papua. Oleh karena itu, mereka sangat tertarik untuk memiliki buku ini sebagai bahan pembelajaran. Kemudian, ia mengatakan isi di dalam buku tersebut mengulas tentang hak-hak masyarakat adat Papua di wilayah Papua Barat.

Sementara itu, Henok Akari mengatakan bahwa ia sangat tertarik dengan buku ini. Sebab menurutnya, buku tersebut sangat menarik untuk dibaca dan juga sebagai bahan untuk kepentingan pembelajaran. Lebih lanjut, menurutnya buku yang membahas adat papua susah untuk didapat. Oleh karena itu, ia merasa bangga sebagai mahasiswa asli Papua  di Universitas Patimura Ambon.

“Jadi kami mencari tahu siapa pencipta buku ini, lalu karena kami mengetahui buku ini milik bapa Filep Wamafma, maka kami pun mencari tahu bisa memperoleh dimana. Lalu kami komunikasi dengan bapak Filep Wamafma sehingga kami diarahkan untuk datang ambil di kampus STIH,” jelas Henok Akari.

Kemudian kedua putra asli Papua mendatangi STIH Manokwari untuk menemui sekpri STIH Manokwari. Sekpri STIH Manokwari selanjutnya menyerahkan buku tersebut sebagai bahan referensi bagi keduanya.

Kedua mahasiswa OAP ini menyampaikan terima kasih kepada Dr. Filep Wamafma karena bisa menghibahkan buku tersebut tanpa harus membayarnya. Oleh karena itu, keduanya berharap agar lebih banyak buku tentang masyarakat adat Papua sehingga budaya dan adat istiadat asli Papua tidak hilang dan dapat tercatat dalam sebuah catatan buku. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (2)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery