pasang iklan

Darimana Budaya Makan Pinang di Papua Berasal?

JAGAPAPUA.COM - Budaya makan pinang sudah seperti menjadi candu bagi masyarakat Papua karena kenikmatan dan sensasi tersendiri saat mengunyahnya. Masyarakat Papua terbiasa mengkonsumsi pinang sebagai camilan sehari-hari bahkan sejak usia balita hingga lanjut usia. Budaya makan pinang yang sangat melekat pada masyarakat Papua hingga kini awalnya pertama kali dikenalkan oleh orang Austronesia.

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan bahwa sekitar 3000 tahun yang lalu, orang atau suku Austronesia saat itu datang dari Taiwan ke Papua dan mereka mengenalkan budaya makan pinang kepada masyarakat Papua di pesisir dan pulau-pulau lepas pantai Papua. Menurut Hari, pada perkembangannya budaya makan sirih semakin luas dikenal masyarakat Papua hingga masyarakat di pegunungan Papua.

"Mereka datang dari Taiwan ke Papua, membawa budaya makan pinang," kata Hari Suroto, seperti dilansir dari Tempo (3/1).

Selain karena sensasi rasa manis keasaman buah pinang yang menurut orang Papua tidak dapat ditandingi oleh makanan atau bumbu masakan lain, buah pinang dikenal memiliki khasiat bagi kesehatan gigi dan gusi. Menurut peneliti pinang dari Filipina, terdapat kandungan senyawa bioaktif berupa flavonoid (tanin) yang dapat menguatkan gigi. Sementara itu, biji pinang yang biasa dimakan dengan kapur dan sirih juga dapat menguatkan gusi dan gigi baik dikunyah maupun digunakan untuk berkumur.

Berbeda dengan daerah lain yang menggunakan pinang dan sirih hanya ada pada saat tertentu dan digunakan saat upacara adat, penyambutan tamu khusus, dan memontum khusus lainnya. Hari yang juga merupakan dosen arkeologi Uncen (Universitas Cenderwasih) mengatakan camilan pinang bersama sirih dan kapur di Papua sudah populer dan dijual dalam satu paket seharga Rp. 2.000,-. Paket pinang yang dijual secara eceran ini dikenal dengan istilah pinang ojek.

Meskipun makan buah pinang tidak terpisah dari kebutuhan sehari-hari, bagi masyarakat di pegunungan Papua mendapatkan kebutuhan buah pinang dari Sentani, Jayapura dalam jumlah yang cukup besar yang dikirim menggunakan pesawat kargo. Hal ini dikarenakan pohon pinang tidak dapat tumbuh di daerah pegunungan Papua.

Sementara itu, menurut Prof. Charlie D. Heatubun, Guru Besar Fakultas Kehutanan, Universitas Negeri Papua (Unipa), berbagai jenis buah pinang yang tumbuh di Papua berasal dari China bagian selatan dan India. Dalam kajiannya di Jurnal Phytotaxa tersebut dijelaskan bahwa jenis buah pinang yang juga tumbuh di Kepulauan Solomon itu memiliki beragam spesies dan jumlahnya sekitar 50 spesies. Selain itu, menurut Prof. Charlie hingga saat ini telah ditemukan 5 jenis tanaman buah pinang baru dan salah satu diantaranya dinamakan sebagai Areka Jokowi. 

Share This Article

Related Articles

Comments (141)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery