pasang iklan

Sergius Womsiwor, Mengabdi Untuk Dunia Pendidikan Papua

PAPUA, JAGAPAPUA.COM - SMAN 1 Merauke tahun ajaran 2020-2021 memulai pendidikan inklusif berpola asrama. Langka ini diambil oleh Kepala Sekolah Sergius Womsiwor mengingat pendidikan dasar di selatan Papua masih sangat memprihatinkan bagi generasi Papua.

Womsiwor yang dikenal sosok kreatif di dunia pendidikan, yang sejak tahun 2010 mendesain Lembaga pendidikan Alternatif Peradaban Papua dengan model pendidikan formal nonformal gratis berpola asrama. Sekolah tersebut berada di Kampung Wasur daerah kawasan Taman Nasional Wasur. Hal itu ia lakukan karena merasa bertanggungjawab atas layanan pendidikan yang dianggapnya buntu atau stagnan.

Ia menceritakan bahwa diawal memulai konsep sekolah tersebut, tahun 2010 Sergius dinilai melanggar aturan pendidikan karena menyatukan pendidikan formal dan nonformal yang berpola asrama.

“Namun saya berusaha menyakinkan Pemda bahwa perjuangan saya adalah untuk anak cucu di Papua. Semua regulasi saya telah tulis dan sediakan, dan presentasikan kepada Bupati Romanus Mbaraka dan beliau akhirnya meminta Dinas Pendidikan memberi dukungan.” Ucapnya.

Ditengah-tengah upaya dan kerja keras menghadirkan PAUD, TK, SMP, SMAN Plus satu atap terintegrasi berpola asrama di Merauke, Womsiwor kemudian diundang ke Bandung pada tahun 2012 bulan September.

“Saat itu saya diminta untuk mempresentasikan karya inovatif tersebut dan diterima oleh tim Direktorat PSMP. Saya dijanjikan akan diundang mendapat penghargaan atas karya inovatif tersebut dan puji Tuhan pada bulan november 2012 saya dan 6 guru dianugerahi sebagai inovator pendidikan di Indonesia.” kata Womsiwor.

“Penghargaan ini membuat saya kerja lebih lagi, karena merasa karya inovatif saya untuk bangsa indonesia di Merauke Papua diakui, kalaupun dinas pendidikan dan Pengajaran Merauke merasa karya ini adalah hal biasa saja.” Tambahnya.

Komitmen Kemendikbud setelah memberikan penghargaan diikuti dengan bantuan sarana dan prasarana ruang kelas dan bangunan asrama di Kampung Wasur. Sekolah yang diperuntukkan bagi anak Papua dari daerah teriosolir, anak pemulung dan pecandu lem aibon dalam kota Merauke.

Setalah itu, Womsiwor mendapat tugas dari Kemdikbud ke Suku Korowai dan membuka 8 sekolah di Yaniruma, Sebimburu juga Waina. Setelah oktober 2016, mendikbud Muhadjir Effendi bersama rombongan Sekjend Kemdikbud Didik Suhardi dan staf ahli bidang hubungan pusat dan daerah James Modouw ke merauke melihat sekolah karya inovatif anak Papua ini.

“Selama menjadi kepala sekolah Satap Terintegrasi Wasur, banyak anak Papua telah saya selamatkan dari putus sekolah, hisap aibon, pemulung. Ada yang sudah lulus SMA. Semua yang saya kerjakan ini mendapat penilaian baik dari pimpinan Dinas pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua sehingga saya mendapat tugas untuk mengerjakan layanan penyelamatan anak Papua ini pada SMAN 1 Merauke dengan konsep atau program layanan inklusif berpola asrama.”

“Tentu tugas ini berat karena mensinergikan program baru ke sekolah reguler yang sudah lama berjalan. Namun suatu rasa suka cita yang amat tulus karena guru-guru sangat memberi dukungan bersama Gereja kristen Protestan dan  Gereja kristen Katolik.” Urai Sergius Womsiwor.

Ia menyampaikan bahwa tugas tersebut akan ringan bilamana dikerjakan bersama oleh Pemprov dan Pemda. Apalagi jika didukung oleh pemerintah Pusat yang juga bertanggungjawab akan pendidikan bagi anak Papua. Ia

“Saya tetap berteriak terus sampai pemerintahan Jokowi membangun sarpras yg memadai sehingga anak-anak Papua 270 yang saya layani bisa ada asrama dan bangunan ruang kelas, juga ketersediaan makan dan minum yang cukup bagi mereka untuk memperbaiki gizi dan kesehatan mereka.” Pintanya.

Ia menambahkan bahwa saat ini lahan untuk pembangunan asrama telah tersedia, begitu juga dengan lahan untuk penambahan ruang kelas. Menurutnya, yang belum tersedia adalah komitmen membangun sarana prasarana bagi SMAN 1 Merauke.

“Bangunan dari tahun 1981 yang masih ada, sehingga saya harus berita ini bisa sampai di telinga bapak Presiden Jokowi. Marilah bangun SDM OAP dengan sarana dan prasarana yang memadai. Ketika SDM PAPUA baik, justru nama baik pemerintah Jokowi yang harum di dunia internasional, bukan nama sergius womsiwor.” Katanya menambahkan.

Sergius Womsiwor adalah penerima Piagam Tanda kehormatan Presiden RI Satya Lencana Sebagai kepala sekolah SMP SMA satap wasur oleh presiden RI  Joko Widodo pada 26 november 2014 melalui keppres RI No.117/TK/ 2014 atas dedikasinya di dunia pendidikan.

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2857/womsiwor-geram-pendidikan-dipolitisasi-timbulkan-efek-domino

Share This Article

Related Articles

Comments (156)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery