pasang iklan

Sibuk Bagi Sembako, Pasien Corona PB Makin Meningkat

PAPUA BARAT, JAGAPAPUA.COM - Pasien Covid-19 Papua Barat mulai muncul diakhir Maret tepatnya pada Jum’at 27/3/2020. Ketika itu, diumumkan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Kini empat puluh sembilan hari sejak 27 Maret, perkembangan penyebaran Covid-19 begitu cepat mengalami peningkatan. Release gugus tugas penanganan Covid-19 Papua Barat per tanggal 14 Mei menyebut telah ada 88 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Rinciannya, 29 orang dari Kab. Sorong, 19 orang di Teluk Bintuni, 17 orang di Kota Sorong, 15 orang di Raja Ampat, 6 orang di Manokwari, 1 orang di Manokwari Selatan, dan 1 orang di kab. Fakfak.

Sebagaimana diketahui, karena penyebaran virus yang semakin cepat, pemerintah menerapakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mulai dari kerja di rumah, belajar dirumah dan bahkan aktifitas ekonomi yang dibatasi pula. Namun, meski baik untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, ada hal lain yang harus dikorbankan oleh warga, yakni hilangnya pendapatan sehari-hari yang biasanya mereka dapatkan dari berjualan.

Pemerintah mengatasinya dengan memberikan bantuan sembako kepada warga. Walaupun kebijakan pembagian sembako yang dilakukan oleh Kepala Daerah  dinilai mampu menjawab persoalan masyarakat saat ini, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah berapa lamahkah Pemerintah daerah mampu menjamin ketersediaan bahan makanan bagi masyarakat?

Kepada Jagapapua.com saat melakukan wawancara dengan mama-mama papua di Pasar sanggeng pada Jum’at (15/5/2020), mama-mama Papua menyampaikan terimakasih atas bantuan yang diberikan. Namun, mereka menyebut bahwa sembako yang dibagikan tidak bisa membuat mereka berhenti beraktifitas lantaran masih ada kebutuhan-kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi.

Mereka menyebut bahwa untuk kebutuhan dapur, mereka masih harus mengumpulkan uang sekedar untuk membeli minyak tanah untuk memasak, atau membayar listrik yang sudah menjadi kebutuhan bulanan.

 Oleh sebab itu walaupun terpaksa dengan resiko tinggi, mama-mama ini tetap melakukan aktifitas berjualan seperti biasa di pasar. Sehingga, kebijakan PSBB tidak bisa terlaksana secara total.

Dalam pantauan jagapapua, mama-mama Papua yang melakukan aktifitas jualan, belum sepenuhnya juga menerapkan social distancing dan menggunakan masker, sehingga sangat beresiko dan rentan terhadap penularan.

Secara terpisah, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat telah mengeluarkan pengumuman perekrutan dokter umum dan dokter spesials untuk menangani Pasien Covid- 19. Tak tanggung-tanggung, honor perbulan untuk dokter penanganan pasien Covid-19 sebesar 50 Juta rupiah.

Walaupun demikian, sampai dengan saat ini yang tersedia hanya ada dokter umum, belum ada dokter spesialis yang menerima tawaran tersebut. Demikian juga terkait alat pemeriksaan sampel pasien Covid-19, Papua Barat masih ketergantungan dengan laboratorium di Makassar.

“Kalau alat pemeriksaan, masih tunggu pengiriman,” ucap dr. Arnold, Jubir Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Papua Barat.

Menyikapi hal  tersebut, maka Kepala Daerah diharapkan tidak hanya fokus pada aktifitas pembagian sembako, tetapi juga diharapkan mampu menetapkan kebijakan-kebijakan strategis dalam mengatasi penyebaran Covid-19 yang terus berkembang di Provinsi Papua Barat.

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2778/terbaru-pasien-covid-19-sorong-bertambah-17-orang

Share This Article

Related Articles

Comments (145)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery