pasang iklan

GAM dan Sistem Pemerintahan Aceh

ACEH, JAGAPAPUA.COM  Para kombatan GAM perlu bersyukur bahwa pasca perjanjian Helsinky, para kombatan GAM mendapat perhatian yang sangat besar oleh Pemerintah. Kini Kombatan GAM turut aktif membangun Provinsi yang dikenal dengan Provinsi Serambih Mekah tersebut.

Efek perjanjian helsinky dan UU otsus Aceh menghantarkan rakyat aceh menjadi tuan di negerinya sendiri serta bebas membentuk dan menjalankan sistem pemerintahannya yang memberikan peluang dan kesamaan bagi semua warga aceh termasuk kombatan GAM untuk turut berpartisipasi dalam segala aspek pembangunan.

Konsistensi rekonsiliasi Aceh dalam perjanjian Helsinky juga menghantarkan Para Kombatan aceh  mendapat peluang dan kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan penting baik di tingkat eksekutif maupun legislatif. Sebut saja di bidang eksekutif, Irwandi Yusup yang dipercayakan oleh warga Aceh dan terpilih sebagai gubernur Aceh periode 2007-2012.

Irwandi Yusuf adalah mantan pejabat Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dia adalah mantan juru propaganda di kelompok tersebut. Saat dia dilantik, sejumlah mantan kombatan GAM hadir dibidang legislatif melalui pembentukan partai oleh Kombatan GAM.

Partai Aceh adalah besutan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) setelah adanya peluang membentuk partai lokal. Partai ini dibentuk secara resmi pada 7 Juni 2007, dideklarasikan oleh para tokoh GAM seperti Tgk Malik Mahmud, Tgk Usman Lampo Awe, Muzakir Manaf, Ibrahim, dan sejumlah mantan petinggi GAM lainnya.

Sedangkan dibidang yudikatif  atau Peradilan di Aceh, terdapat Peradilan Syari'at Islam di Aceh yang merupakan  bagian dari sistem peradilan nasional dilakukan oleh Mahkamah Syar’iyah. Sementara hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat dalam bidang ibadah dan syariat islam, ditetapkan dalam Qanun.

Otonomi khusus wilayah Aceh, telah merubah seketika "wajah" daerah tersebut. Meski dibalut keistimewaan Otsus, BPS merilis data terakhir tahun 2018, angka kemiskinan di Aceh berada pada 2,85. Ternyata Aceh masih menjadi provinsi termiskin di Sumatra. Bahkan, penduduk termiskin ke enam di Indonesia. Angka masyarakat miskin mencapai 15,01 persen.

Mengapa wilayah Otsus seperti Aceh dan Papua seolah memiliki nasib yang sama? tambang baru di Arun, Aceh Utara ternyata tak memberi dampak apa-apa. Kesejahteraan rakyat Aceh hanyalah romantisme sejarah masa lalu.

 Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2233/lagi-opm-serang-freeport-di-wilayah-kuala-kencana

Share This Article

Related Articles

Comments (150)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery