pasang iklan

Bahasa Austronesia di Papua

JAGAPAPUA.COM -  Van Baal, K.W. Galis dan R.M. Koentjaraningrat dalam penelitiannya, sebagaimana dipublikasikan oleh Foris Publications Holland mengatakan bahwa sangat menyedihkan bahwa terlepas dari kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, namun untuk kebutuhan linguistik dan non linguistik, masih sulit ditemukan di jurnal-jurnal terkait bahasa. Karena itu diambil langkah untuk mendeskripsikan dan mengklarifikasi beraneka ragam bahasa yang digunakan di area yang luas ini.

Terdapat beberapa Bahasa di Jayapura. Di Jayapura bagian timur, bahasa yang digunakan adalah bahasa Austronesia. sementara di bagian barat (sub divisi Sarmi dan Mamberamo), tiga bahasa yang digunakan yaitu Berik, Isirawa, dan Saberi, dan bahasa Bauzi. 

Berik adalah bahasa Tor Sungai atas. Bahasa tersebut digunakan sebagai lingua franca di antara kelompok-kelompok nomaden di wilayah tersebut.

Bahasa yang tidak kalah penting diwilayah ini adalah bahasa Biak/Numfor. Untuk pengetahuan kita tentang bahasa ini, kita berutang budi terhadap Van Hasselts (father and son) yang menulis tata bahasa yang singkat, serta mengedit koleksi teks. Informasi tentang bahasa windesi-wondama sangat terbatas pada sejumlah teks dengan terjemahan dan daftar Bahasa yang ditulis oleh Van balen (1915).

Dari semua bahasa daerah, hanya bahasa waropen yang memiliki V linguistik dimana 31 telah dijelaskan sepenuhnya. Akhirnya, sebutan harus ditujukan pada daerah yang kurang memiliki bahasa lisan, dari pular Mo (o)r, dan dari Ambai (Yapen) sebagaimana telah dijelaskan oleh Laycock dan S. Silzer di tahun 1978 dan 1979.

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2348/suku-biak-manusia-laut

Share This Article

Related Articles

Comments (146)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery