pasang iklan

KPK Yakin Bakal Buktikan Keterkaitan Koin Emas Lukas Enembe

JAKARTA, JAGAPAPUA.COMProses hukum atas kasus dugaan suap, gratifikasi dan pencucian uang Gubernur non-aktif Papua Lukas Enembe terus berjalan. Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyitaan terhadap koin emas bergambar wajah Lukas Enembe.

KPK meyakini koin emas itu berkaitan dengan kasus yang kini menyeret nama Lukas Enembe dan juga meyakini akan dapat membuktikan keterkaitannya dalam persidangan yang akan datang.

"Ketika melakukan penyitaan kami pasti punya data informasi keterkaitan dengan perkara. Makanya nanti akan dibuktikan di depan hakim," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, dikutip dari metrotvnews.com, Kamis, 13 Juli 2023.

Ali menekankan bahwa KPK siap beradu argumen dengan kubu Lukas di hadapan majelis hakim. Menurutnya, seluruh bukti akan dihadirkan secara langsung saat persidangan di gelar sehingga publik dapat menyaksikan informasi tersebut.

"Bukti dari seluruh proses penyidikan, kami akan sampaikan kepada majelis hakim seluruh alat buktinya," kata Ali.

Adapun koin emas itu didapatkan saat penyidik melakukan penggeledahan dan terkait nilai atau harganya juga sudah dipastikan oleh tim ahli. Penampakan koin emas bergambar wajah Lukas Enembe itu diperlihatkan di Instagram resmi KPK @official.kpk.

Pada unggahan itu, nampak wajah Lukas dengan tulisan 'Property of Mr Lukas Enembe' di satu sisi dan sisi lainnya bergambarkan peta Papua dengan tulisan 'Moy Papua'. Terdapat empat keping koin emas Lukas Enembe yang diunggah di Instagram resmi KPK.

Menanggapi pernyataan KPK, kuasa hukum Lukas, Petrus Bala, mengatakan koin emas itu diberikan warga sebagai tanda penghormatan untuk Lukas Enembe.

"Kalau soal koin emas itu menurut keterangan Pak Lukas itu di daerah Tolikara beliau punya tambang emas dan atas penghormatan masyarakat setempat emas itu dicetak atas fotonya Pak Lukas. Jadi kalau sekarang KPK mengatakan bahwa emas itu hasil dia gratifikasi kah, suap kah, coba cek siapa pemberinya," kata Petrus Bala di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (10/7/2023).

Tak hanya itu, Petrus menyebut Lukas memiliki tambang emas di Tolikara. Menurutnya, koin emas itu hanya disimpan Lukas sebagai pemberian dari warga.

"Kalau KPK tidak bisa membuktikan koin emas atau emas yang ada wajah Pak Lukas itu tidak ada pemberinya, kami buktikan bahwa Pak Lukas punya tambang emas di Tolikara dan tambang emas itu dikerjakan oleh masyarakat saking sayangnya kepada Pak Lukas dicetak wajahnya Pak Lukas," ujarnya.

Akan tetapi, dirinya mengaku tidak mengetahui apakah tambang emas di Tolikara tersebut merupakan tambang rakyat atau sudah resmi memiliki izin. Namun dia menegaskan koin emas itu sengaja dicetak oleh warga di tambang tersebut.

"Ah itu saya nggak tahu. Tapi yang jelas, anda bisa cek lewat apa di Tolikara ada tambang emas punya Pak Lukas dan itu hasil cetakan dari masyarakat yang memberikan kepada Pak Lukas. Jadi sekarang kami juga belum bisa klarifikasi karena hanya di media ya. Tapi mengenai ada emas yang ada wajah Pak Lukas, itu beliau, saya pernah tanya, bahwa itu hasil kerja tambang emas di Tolikara," ucapnya.

"Ada lagi ya yang ikat pinggangnya itu, ikat pinggang yang katanya ada emas, ya harganya mungkin Rp 5 juta kah apa. Itu memang dicetak sendiri oleh orang-orang di sana. Jadi kami hanya bisa klarifikasi mengenai emas yang ada cetakan wajah Pak Lukas karena itu emang ada tambangnya di daerah Tolikara," kata Petrus. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery