pasang iklan

Dongkrak Inovasi Daerah, Papua Barat Resmikan BRIDA Bulan Depan

PAPUA BARAT, JAGAPAPUA.COM - Provinsi Papua Barat akan segera memiliki Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang akan diresmikan pada bulan depan. Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani berharap keberadaan BRIDA di Papua Barat dapat menjadi naungan juga asistensi untuk berbagai riset dan inovasi yang ada di daerah.

“Bulan depan kami akan segera me-launching BRIDA sekaligus disatukan dengan hasil-hasil riset dari Balitbang yang sudah dilakukan selama ini, tentu kami berharap bahwa BRIDA akan menjadi forum berbagi informasi agar teman-teman litbang di daerah punya tempat untuk berkonsultasi,” ungkap Lakotani dalam Talkshow BRIDA untuk Percepatan dan Daya Saing Inovasi Daerah dikutip dari laman resmi BRIN, Kamis (21/4/2022).

Lebih lanjut, Lakotani mengungkapkan keterbatasan tekonologi masih menjadi kendala masyarakat Papua Barat untuk mengelola dan mengolah sumber daya alam agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Ia menuturkan, di Manokwari Selatan terdapat perkebunan Kakao yang sangat luas namun ditinggalkan oleh investor. Sehingga masyarakat setempat mengelola kebun ini secara mandiri.

“Ini kalau dijual biasa-biasa saja nilainya juga tidak seberapa setelah diambil, dikeringkan kemudian dijual hasilnya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi nilai ekonomisnya mungkin tidak terlalu signifikan,” kata Lakatoni.

“Kami berupaya agar sumber daya alam yang ada dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, salah satu upayanya adalah dengan memberikan pendampingan untuk mengelola sumber daya alam,” sambungnya.

Lakotani menambahkan, Coklat Ransiki merupakan salah satu contoh hasil dari pendampingan yang dilakukan oleh Balitbang Papua Barat. Coklat Ransiki saat ini sudah berhasil menambah jumlah produksi dan telah memiliki stand di Grand Indonesia.

“Selain itu ada juga kopi Anggi, kopi yang ada didaerah ketinggian dengan ketinggian yang cukup ekstrim itu dengan ciri khas rasanya, itu kemudian ditawarkan di bandara-bandara yang ada di Papua Barat. Ini kreativitas yang ada di tengah-tengah masyarakat kemudian difasilitasi selama ini oleh litbang Papua Barat,” tambah Lakatoni.

Menurutnya, selama ini Pemprov Papua Barat juga telah memberi perlindungan proteksi untuk berbagai temuan litbang yang dihasilkan oleh masyarakat lokal.

“Kurang lebih ada 86 temuan dalam berbagai bidang yang sudah didaftarkan untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual,” bebernya.

Diketahui, BRIDA merupakan badan perangkat daerah yang bertugas untuk menyelenggarakan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi di daerah sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang.

BRIDA ini dibentuk oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan setelah mendapatkan pertimbangan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sementara itu, berdasarkan data nasional tahun 2022, dari 34 provinsi di Indonesia, baru tiga provinsi atau sebesar 8,8 persen yang telah membentuk BRIDA. Ketiga provinsi tersebut adalah Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Jawa Tengah.

Oleh sebab itu, BRIDA Papua Barat nantinya diharapkan dapat mengembangkan sumber daya alam agar dapat dimanfaatkan secara benar dan tepat sehingga akan mampu menggerakan ekonomi rumah tangga daerah. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (160)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery