pasang iklan

3 NGO Beri Dokumen Bukti Dugaan Kepentingan Bisnis LBP di Papua

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM - Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) terhadap Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti terus bergulir di Polda Metro Jaya.

Kali ini, pihak Haris-Fatia menghadirkan 3 saksi masing-masing dari KontraS, Walhi, dan Trend Asia yang menjalani pemeriksaan terkait kasus tersebut. Ketiganya dicecar sebanyak 27 pertanyaan oleh tim penyidik terkait konten video pada kanal Youtube milik Haris Azhar yang berjudul "Ada Lord Luhut Di balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!"

Kepala Divisi Hukum KontraS Andi Muhammad Rezaldy menyampaikan pihaknya juga memberikan dokumen yang dianggap autentik memuat tentang rekam jejak Luhut dalam dugaan kejahatan ekonomi di Papua.

"Selain keterangan, kami berikan dokumen yang menguatkan adanya dugaan kepentingan bisnis," kata Andi di Polda Metro Jaya, Senin (4/4).

Andi menambahkan, pernyataan Haris dan Fatia yang menyingggung keterlibatan Luhut di dalam konten Youtube tersebut sesuai dengan hasil riset sembilan organisasi masyarakat sipil. Riset itu dibuat oleh YLBHI, WALHI Eksekutif Nasional, Pusaka Bentala Rakyat, LBH Papua, KontraS, JATAM, Greenpeace Indonesia, Trend Asia bersama dengan #BersihkanIndonesia pada 21 Agustus 2021.

"Sejumlah dokumen yang menguatkan rekam jejak bisnis atau dugaan konflik kepentingan dilakukan LBP," sambung Andi.

Sementara itu, Direktur Program dan Kampanye Trend Asia Ahmad Ashov Birry mengatakan bahwa riset itu dipublikasikan bertujuan agar pemerintah merespons dan segera menangani konflik di Papua.

Menurutnya, pihaknya dalam koalisi 9 organisasi masyarakat sipil masih menunggu langkah-langkah pemerintah untuk segera menghentikan konflik dan kekerasan di Papua dan memikirkan pertambangan yang tidak diizinkan rakyat.

Seperti diketahui, keduanya baik Haris maupun Fatia telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Senin (21/3/2022) lalu di Mapolda Metro Jaya. Pasca penetapan status tersangka ini, pihak Haris-Fatia telah menegaskan untuk tidak tinggal diam dan siap melaporkan balik Luhut Binsar terkait dugaan kejahatan ekonomi dan investasi di Intan Jaya, Papua.

Selain itu, Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti juga telah menyatakan siap membuka data dan riset terkait dugaan sejumlah pejabat negara yang ‘bermain’ bisnis tambang di Papua. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (5)

  • MonteBot

    natural treatments for ed

  • 토토사이트

    I like yoome here again to read you, as you have done a wonderful job. 토토사이트

  • 토토사이트

    I was looking through some of your content on this site and I think this website is really informative ! Retain posting. 토토사이트

  • 메이저사이트

    An impressive share! I have just forwarded this onto a co-worker who has been doing a little research on this. 메이저사이트

  • 토토사이트 추천

    I must spend a while learning much more or working out more. 토토사이트 추천

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery