pasang iklan

DPO Penyerang Posramil Kisor Simpatisan KNPB Diciduk di Manokwari

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Seorang simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Militan wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Abraham Mate alias Bram ditangkap Polda Papua Barat di Manokwari.

Penangkapan Bram terkait dengan dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus penyerangan Pos Koramil Kisor, Maybrat, Papua Barat September 2021 lalu yang mengakibatkan gugurnya 4 prajurit TNI. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi.

“Kita melakukan penangkapan terhadap salah satu DPO terkait kasus penyerangan di Posramil Kisor," ujar Erwindi kepada awak media, Rabu (16/3/2022).

Menurut Erwindi, penangkapan Bram yang dilakukan pada 21 Februari 2022 lalu merupakan hasil pengembangan dan keterangan yang didapat dari pelaku yang ditangkap sebelumnya. Penangkapan Bram ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sorong Selatan.

Selain itu, penangkapan Bram juga merupakan buah dari informasi yang diberikan masyarakat tentang keberadaan Bram di Manokwari melalui kontak Kepolisian. Lebih lanjut, Erwindi menyampaikan peran Bram dalam penyerangan tersebut adalah terlibat dalam melakukan pembunuhan dan juga merupakan simpatisan KNPB militan Maybrat.

"Bram berhasil ditangkap di Manokwari, akibat informasi yang diperoleh dari masyarakat melalui kontak person 110," katanya.

Sebelumnya, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing menegaskan pihaknya akan terus mengejar para DPO penyerangan Posramil Kisor, Maybrat. Pernyataan ini sekaligus merespons ultimatum atau peringatan TPNPB-OPM (disebut KKB) yang menolak rilis Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus-kasus penyerangan di Maybrat, Papua Barat

Sejumlah DPO yang dimaksud adalah berkaitan dengan kasus penyerangan brutal terhadap Posramil Kisor yang menewaskan 4 personel TNI dan penembakan prajurit Yon Zipur di Kabupaten Maybrat yang menewaskan 1 personel TNI di wilayah Maybrat.

Kapolda Papua Barat menegaskan tak sedikitpun gentar dengan peringatan KKB dan akan tetap mengejar DPO kasus tersebut yang telah tersebar identitasnya di tengah masyarakat. Menurut Tornagogo, penetapan DPO itu telah sesuai dengan hasil investigasi dan bukti dari saksi-saksi. Ia menyatakan tetap mencari para pelaku guna memelihara stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat.

Seperti diketahui, TPNPB-OPM telah mengeluarkan peringatan kepada Polda Papua Barat tentang rilis DPO di Papua Barat. Kelompok ini menegaskan menolak rilis DPO oleh Papua Barat dan memperingatkan untuk tidak sembarangan merilis DPO. Kelompok ini juga menolak klaim DPO merupakan pasukan KNPB wilayah Sorong dan Maybrat. Sebby mengatakan, bahwa DPO tersebut merupakan pasukan TPNPB-OPM wilayah Sorong Raya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery