pasang iklan

Polisi Libatkan 4 Saksi Ahli Kasus Ujaran Kebencian di Manokwari

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Polres Manokwari melibatkan 4 saksi ahli dari luar Manokwari dalam menangani kasus ujaran kebencian terhadap suku Arfak. Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom mengatakan penyelidikan sedang berjalan dan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk terduga pelaku ES juga telah dilaksanakan.

“Selanjutnya kami dari Polres Manokwari akan melakukan pemeriksaan saksi ahli perkara  pasal undang-undang ITE. Saksi ahli ini berada di Jakarta dan saksi ahli yang berada di luar daerah. Jadi kami masih membutuhkan waktu sampai hasil pemeriksaan didapat, dan menentukan terkait penetapan terduga sebagai tersangka,” ujarnya, Senin (7/3/2022).

Menurutnya, ES saat ini berada di Mapolres Manokwari dan belum diadakan penahanan. Hal ini dikarenakan terduga masih berstatus sebagai saksi. Dari hasil pemeriksaan terduga mengatakan bahwa akun Facebook miliknya terkena hack. Sehingga pihak Kepolisian akan membuktikan terlebih dahulu apakah akun terduga di-hack atau tidak.

“Kami akan melakukan pemeriksaan 4 saksi ahli yaitu ahli bahasa, ahli IT, ahli digital forensik dan ahli pidana. Untuk terduga sudah dua hari kami jalani pemeriksaan, dari hari Sabtu hingga Senin dini hari. Sekarang kami sudah memeriksa 6 orang saksi dalam kejadian tersebut,” ujarnya.

“Untuk tuntutan masyarakat kami akan mencoba memenuhi namun kendala waktu, kami harus ke luar kota dan harus adakan pemeriksaan saksi ahli sampai dengan Bareskrim, sampai ke Jakarta ini sangat membutuhkan waktu dan kendala disana. Namun kami akan berusaha secepat mungkin dengan tidak menimbulkan celah, sehingga dalam permasalahan ini kami betul-betul berhati-hati dalam menentukan status tersangka,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar turut menjaga keamanan. Dengan kejadian pemalangan yang lalu sangat menghambat dan sangat mengganggu kepentingan umum yang melakukan aktivitas.

“Dari pihak terduga dan korban harus benar-benar menahan diri dan sama-sama menjaga kota Manokwari, dan percayakan masalah ini kepada pihak kepolisian dan tidak mendengar isu-isu maupun berita-berita atau postingan yang tidak bertanggung jawab. Kalau mau melakukan klarifikasi dari pihak terduga maupun korban kami dari kepolisan siap menjelaskan se-jelas-jelasnya,” tutupnya. (Rolly)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery