pasang iklan

Menko Polhukam Mahfud MD Pastikan Tak Ada Konflik SARA di Papua

JAGAPAPUA.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan sejumlah konflik yang terjadi di wilayah Indonesia timur bukan merupakan konflik SARA. Sejumlah konflik yang dimaksud adalah konflik antar warga di Maluku, pembakaran tempat hiburan malam di Kota Sorong dan penembakan personel TNI di Papua.

Menurut Mahfud Md, pemerintah dapat memastikan pada kejadian-kejadian tersebut tak ada unsur SARA setelah dilakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN). Rapat koordinasi ini dihadiri Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Dirjen Polpum Kemendagri, Deputi II BIN, Kabaintelkam Polri, Pangdam XVII Cendrawasih, XVI Pattimura, dan Pangdam XVIII Kasuari, serta Kapolda Maluku, Kapolda Maluku Utara, Kapolda Papua, dan Kapolda Papua Barat.

“Alhamdulillah kesimpulannya tidak ada satupun yang bermotif SARA. Mohon agar isu ini tidak dikembang-kembangkan,” jelas Menko Polhukam Mahfud Md dalam konferensi virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenko Polhukam RI hari ini, Jumat (28/1/2022).

Mahfud menjelaskan, laporan hasil rapat koordinasi ditemukan bahwa penyebab konflik yang terjadi di Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah tersebut terjadi akibat perebutan lahan antar warga. Sehingga menurutnya, kejadian tersebut adalah murni akibat konflik pertanahan.

“Mungkin sukunya berbeda, gitu. Itu konflik, jadi bukan SARA dalam arti SARA yang dikenal dalam politik. Itu murni konflik,” jelasnya.

Sementara terkait dengan kejadian pembakaran tempat hiburan malam di Kota Sorong terjadi akibat pertikaian pelanggan tempat hiburan tersebut. Perikaian ini yang kemudian menyulut terjadinya insiden pembakaran.

Sedangkan berkaitan dengan penembakan terhadap anggota TNI oleh KKB di Papua, menurut Mahfud, serangan KKB itu merupakan bentuk reaksioner atas perubahan pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah. Menurutnya, KKB belum siap menghadapi pendekatan baru pemerintah di Papua.

"Tapi satu kemajuan yang harus kita pelihara, tidak ada korban masyarakat atau warga sipil sejak ada pendekatan baru itu. Sasarannya memang, kalau nggak ke TNI, ya ke Polri," ujar Mahfud.

"Nah, ini dulu, masyarakat sipil harus dijaga dulu keselamatannya. Sekarang bagaimana cara defensif dengan pendekatan baru itulah yang menurut Pak Panglima tadi akan segera dievaluasi dan disempurnakan," tambahnya.

Ia mengatakan, pendekatan pemerintah saat ini lebih defensif sehingga target KKB mengarah kepada personel TNI dan Polri. Menurutnya, kondisi saat ini telah aman dan terkendali. Namun, aparat akan tetap waspada guna mengantisipasi kejadian dan perubahan situasi yang terjadi di Papua.

“Memang terjadi penembakan TNI mungkin karena situasi baru, pendekatan baru. Jadi sejak kita lebih defensif, target serangan KKB mengarah ke TNI dan Polri sementara warga sipil aman,” katanya.

Mahfud menambahkan, pihaknya akan membentuk tim untuk menyelesaikan masalah yang belakangan ini terjadi di wilayah timur Indonesia. Menurutnya, Kemenko Polhukam sendiri nantinya akan membentuk tim karena masalah yang sama terjadi di berbagai tempat dari waktu ke waktu merupakan masalah pertanahan.

“Di Papua juga ada masalah yang sangat mendasar dan laten, masalah tanah, di Maluku juga. Sehingga nanti saya akan segera mengirim tim ke sana, kita akan mencoba mencari penyelesaian tanah itu agar segera ada kepastian hukum. Bagaimana membangun kepastian hukum pertanahan di Papua dan di Maluku. Karena itu selalu menjadi masalah laten dari waktu ke waktu," ujarnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (4)

  • Arronoperi

    http://indianpharmacy.shop/# reputable indian online pharmacy indian pharmacy online

  • Devonrooff

    medicine in mexico pharmacies: mexican pharmaceuticals online - buying prescription drugs in mexico

  • DanielFouth

    http://medicinefromindia.store/# indian pharmacy paypal buy prescription drugs from india

  • DouglasGique

    reputable indian online pharmacy: Online medicine order - world pharmacy india

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery