pasang iklan

Kunjungi Kodam Cenderawasih, BNPT Bergerak Tangkal Pengaruh KKB

JAYAPURA, JAGAPAPUA.COM - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam), Mahfud MD telah mengumumkan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) secara resmi ditetapkan sebagai organisasi teroris melalui konferensi pers di Jakarta pada Kamis (29/4/2021) lalu.

Penetapan tersebut menurut Mahfud MD didasarkan kepada kriteria-kriteria yang telah dipenuhi KKB sebagai organisasi teroris. Mahfud menyebutkan bahwa organisasi dan orang-orang yang melakukan kekerasan secara masif dapat dikategorikan sebagai organisasi teroris. Pelabelan teroris ini merujuk pada berbagai kejadian kekerasan oleh KKB di sejumlah daerah di Papua.

Terkait persoalan ini, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) turut turun tangan berkunjung ke Makodam XVII/Cenderawasih di Jayapura guna membahas strategi untuk menangkal paham atau pengaruh KKB agar tak menyebar ke masyarakat.

Kunjungan BNPT yang diwakili oleh Kolonel Czi Rahmad Soehendro diterima langsung oleh Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha. Pertemuan ini menyepakati bahwa BNPT dan kodam XVII/Cenderawasih akan bersatu untuk melemahkan dan menghapus pengaruh KKB di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, Rahmad Soehendro mengatakan bahwa BNPT sedang membentuk forum koordinasi terkait dengan eksistensi terorisme di Papua. BNPT juga akan bekerja sama dengan pihak TNI, Polri hingga pemerintah daerah dalam menangani persoalan teroris tersebut.

"Pada kesempatan ini saya menyampaikan bahwa BNPT sedang membentuk forum koordinasi untuk menyamakan pandangan tentang teroris dan selanjutnya menjalin kerjasama. Termasuk di dalamnya dengan Pemerintah Daerah. Ini merupakan program BNPT untuk menangani dan mencegah teroris beserta kelompok radikal,” kata Kolonel Czi Rahmad Soehendro, Kamis (20/1/2022).

Hal yang sama diungkapkan oleh Kasdam XVII/Cenderawasih Sidharta Wisnu Graha. Menurutnya, untuk menangani kelompok teroris diperlukan kerja sama 3 pilar penting yakni TNI, Polri dan Pemerintah Daerah. Ia menyampaikan, pihaknya siap membantu BNPT dan mencari solusi terbaik untuk persoalan tersebut.

"Dengan syarat kita harus memiliki program yang melibatkan tiga pilar tersebut, sehingga saling melengkapi dan terukur. Papua harus maju dan membangun seperti daerah lainnya," ujarnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, serangan KKB terjadi di sejumlah daerah baik di Papua dan Papua Barat. Diantaranya yakni Kamis 20 Januari 2022, KKB kembali menyerang prajurit TNI di sekitar area jembatan Kali Aifuf Maybrat, Papua Barat. Serangan itu telah mengakibatkan salah satu putra terbaik asli Papua, Sersan Dua Miskel Rumbiak meninggal dunia dan empat anggota lainnya luka-luka.

Selanjutnya, KKB pimpinan Lamek Taplo melakukan serangan tembakan di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Sabtu (22/1/2022). Serangan ini tertuju kepada Satgas Damai Cartenz yang mengakibatkan salah seorang personel atas nama Bharada Resi Nugroho tertembak di bagian dada. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery