pasang iklan

Anggota DPR Sebut TNI Butuh Tambahan 3000 Personel di Papua

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM - Anggota DPR Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi menyebut TNI masih membutuhkan penambahan sekitar 3.000 anggota di wilayah Papua terutama dalam situasi konflik bersenjata yang masih berlangsung. Menurutnya, jumlah anggota yang masih kurang ini menyebabkan postur pertahanan-keamanan yang juga masih kurang di Papua.

"Kenapa masih banyak serangan-serangan di sana (red, Papua), karena memang keberadaan TNI disana secara formasi masih kurang 3.000, disana. Postur keamanan di Papua itu masih sangat kurang, harus ditambah," kata Bobby Adhityo dalam diskusi yang ditayangkan YouTube medcom id, Minggu (28/11/2021).

Menurut Anggota Komisi I DPR RI ini, postur pertahanan di Papua perlu dilakukan penambahan. Ia mengatakan, formasi ideal postur pertahanan TNI untuk wilayah Papua berdasarkan pada lokasi maupun demografi. Seperti adanya pos militer di setiap 500 meter atau 5 kilometer sebagaimana fungsi pos militer diantaranya untuk menjadi penghubung antar lokasi. Sehingga kurangnya postur pertahanan TNI ini menyebabkan masih adanya lokasi di Papua yang belum terkoneksi.

Selain itu, dalam konteks pertahanan di Papua, juga memiliki faktor alam yang cukup luas, banyak jurang dan tebing serta keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Menurut Bobby, masih adanya serangan-serangan KKB di Papua bukan dikarenakan kemampuan bersenjata KKB melainkan diperlukan adanya peningkatan sistem pertahanan.

"Wilayah vegetasi alamnya merupakan faktor dominan, bukan kemampuan bersenjata para KKB tersebut, sehingga perlu sistem pertahanan regional yang lebih rapat," kata Bobby.

Dalam kesempatan yang sama, Bobby memandang upaya pendekatan penanganan konflik di Papua yang tengah dilakukan oleh KSAD Jenderal Dudung Abdurachman adalah pendekatan humanis. Ia juga menyebut pendekatan KSAD ini akan memungkinkan penguatan koordinasi satu atap dalam menangani konflik di Papua.

"Ini pendekatan humanis dan memastikan yang dikedepankan civil justice, bukan act of war seperti yang dikhawatirkan. Kita kadang-kadang bingung juga, kok ada BIN, ada polisi, ada TNI. TNI-nya juga macam-macam, bukan Rider saja, ada yang lain, ini kiranya dengan Pak Dudung tersebut mungkin ini akan menguatkan koordinasi satu atap," jelas Bobby. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery