pasang iklan

Polisi Minta KKB Hentikan Perang dan Bersama Jaga Kedamaian Papua

INTAN JAYA, JAGAPAPUA.COM - Pihak Kepolisian meminta KKB untuk segera menghentikan perang di wilayah Papua dan bersama menjaga kedamaian untuk masyarakat Papua. Polisi juga akan membantu proses perundingan jika memang jalan perundingan diinginkan oleh KKB. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan.

Menurut Sandi Sultan, menempuh jalan peperangan bukanlah solusi untuk menyelesaikan persoalan.

"Harapan saya, tindakan saudara-saudara saya yang tergabung dalam KKB Intan Jaya, tetap kalian sadar bahwa tindakan kalian tidak menyelesaikan persoalan yang kalian inginkan. Perang berakibat dendam dan sakit hati jadinya," ujar Sandi seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (2/11).

Ia meminta KKB untuk turut bersama-sama menjaga situasi keamanan dan kedamaian yang telah terbangun sebelumnya dari Februari hingga Oktober ini. Menurutnya, tindakan KKB selama ini telah banyak termasuk dalam tindakan pidana dan jelas memiliki konsekuensi hukum. Tindakan KKB juga telah mengakibatkan korban jiwa di wilayah Papua.

Lebih lanjut, Sandi menegaskan apabila KKB enggan mengambil jalur diplomasi atau perundingan dan terus menganggu situasi kamtibmas di Papua, maka polisi akan melakukan penindakan secara tegas.

"Dengan terpaksa saya lakukan tindakan tegas," tegasnya.

Sementara itu, akibat baku tembak yang terjadi di sekitar bandara Bilorai, Sugapa pada Jumat (29/10) lalu, sebanyak 5.859 warga terpaksa mengungsi karena merasa takut dan berusaha mengamankan diri ke gereja-gereja. Selain itu, dilaporkan satu rumah, gudang, mobil tangki air hingga ambulans turut hangus dibakar.

Di sisi lain, TPNPB-OPM atau KKB mengatakan perang telah kembali berlangsung selama tiga hari di Intan Jaya, Papua. Dalam rilis persnya, Senin (1/11), komandan lapangan Undius Kogoya melaporkan bahwa perang di Intan Jaya berlangsung sejak 28 Oktober hingga 31 Oktober 2021.

“Perang terbuka antara TPNPB dan TNI/Polri di Intan Jaya kami menembak tujuh belas (17) orang anggota pasukan TNI/ Polri,” sebut Undius. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery