pasang iklan

Gelar Demo di Depan Kedubes AS, 17 Aktivis Papua Diamankan Polisi

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM - Demonstrasi aktivis asal Papua pada Kamis (30/9) sekitar pukul 11.27 WIB di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat, Menteng, Jakarta Pusat dibubarkan polisi. Sejumlah massa aksi nampak membawa poster yang bertuliskan 'Perjanjian Roma, Perjanjian Antara Penjahat dan Penjahat, Kolonial dan Kolonial' serta poster bertulisan 'We Want to Referendum'.

Demonstrasi dilakukan tepat pada tanggal 30 September sebagaimana bertepatan dengan momentum Perjanjian Roma atau Roma Agreement yang ke-59. Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa menyuarakan sejumlah tuntutan diantaranya mendesak Presiden Joko Widodo menarik Anggota TNI-POLRI yang di Papua karena membuat situasi masyarakat Papua tidak nyaman.

Massa meminta pembebasan tahanan politik Victor Yeimo yang mengalami sakit dan ditahan di Mako Brimob Jayapura, menolak perpanjangan Otsus karena dianggap sudah gagal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Massa juga menuntut hak untuk penentuan nasib sendiri (Referendum), menolak rasisme dan meminta penuntasan pelanggaran HAM di Papua.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan pembubaran demonstrasi tersebut dikarenakan demo tidak memiliki izin dan diselenggarakan di tengah masa pandemi Covid-19. Menurutnya, sesuai peraturan yang berlaku, setiap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan adalah dilarang.

"Jadi intinya pada saat PPKM level 3 ini bahwa segala kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan itu dilarang, dalam hal ini penyampaian pendapat di muka umum ini dilaksanakan mereka tanpa izin. Kemudian tanpa rekomendasi dari pihak pengamanan," ungkap Hengki kepada wartawan, Kamis (30/9).

Ia mengatakan, tindakan pembubaran dilakukan dalam rangka menertibkan protokol kesehatan Covid-19 dengan tetap berpegang teguh pada keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Menurutnya, pembubaran dilakukan secara humanis bersama para petugas berseragam alat pelindung diri (APD). Akan tetapi massa melakukan perlawanan hingga 17 orang diamankan untuk diperiksa.

"Kami berusaha untuk melakukan secara humanis Kami kedepankan polisi yang berseragam APD untuk hindari sentuhan dari mereka. Namun yang terjadi mereka melakukan perlawanan dan melukai petugas kepolisian. Ada 17 yang kami amankan dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan," tambahnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery