pasang iklan

KontraS dkk: Ada Pejabat di Balik Eksploitasi Emas Blok Wabu

JAGAPAPUA.COM - Beberapa organisasi mengungkapkan adanya sejumlah pejabat dan mantan Jenderal TNI di balik penguasaan eksploitasi emas di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua. Organisasi ini antara lain YLBHI, WALHI Eksekutif Nasional, Pusaka Bentala Rakyat, WALHI Papua, LBH Papua, KontraS, JATAM, Greenpeace Indonesia, Trend Asia dan #BersihkanIndonesia melakukan kajian bertajuk "Ekonomi-Politik Penempatan Militer di Papua: Kasus Intan Jaya".

“Kajian ini memperlihatkan kemungkinan relasi antara konsesi perusahaan dengan penempatan dan penerjunan militer di Intan Jaya, Papua. Operasi yang dilakukan secara ilegal ini memantik eskalasi konflik bersenjata,dan memicu trauma bagi masyarakat sipil di Papua,” tulis akun resmi Yayasan LBH Indonesia, Rabu (18/8).

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dalam YouTube Haris Azhar dengan judul ‘Relasi Ekonomi Di Balik Operasi Militer Intan Jaya, Ada Lord Luhut’ pada Jumat (20/8) menyebutkan beberapa nama pejabat di perusahaan-perusahaan yang terlibat.

“Ada sejumlah nama-nama purnawirawan Jenderal TNI (AD) dan beberapa elit di setiap perusahaan ada Lord Luhut (Luhut Binsar Panjaitan Menkomarvest), Hinsa Siburian, dan Paulus Prananto lalu ada beberapa purnawirawan Polisi, TNI,” ucapnya.

Selain itu, Fatia mengatakan dari selain Luhut, Hinsa dan Paulus juga terdapat pejabat lain, seperti Muhammad Munir anggota penasehat Badan Intelijen Negara (BIN) ada di perusahaan di Mind ID, Purn TNI Agus Surya Bakti di PT Antam.

“Di PT Antam ada Purn TNI Agus Surya Bakti, Komjen Pol Bambang Sunar Wibowo jadi di Antam itu di isi oleh purnawirawan jadi komisarisnya. Selain itu ada Letjen Purn Doni Munardo, dan Muh Munir (MIND.ID),” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilik konsensi pengelola tambang emas di Intan Jaya, Papua merupakan tim pemenangan Pilpres 2014 untuk Presiden Jokowi. Menurut Fatia, dari bisnis militer lalu ditarik dari konsesi-konsesi terdapat 3 perusahan besar di sana yaitu PTFI, Toba Sejahtera, Mind Id.

“Lord Luhut sudah jelas atau dikatakan Bravo 5, ya itu tadi. Apakah itu sebagai hadiah diberi gunung emas, atau bisa jadi, itu sumber dana pemenangan Jokowi. Jadi kalau ditarik mereka tim pemenangan Jokowi 2014-2015,” ujarnya.

"Jadi, dari PT Toba Sejahtera Group ada beberapa perusahaan masuk ke MIND ID. Kemudian, ada PT Tobacom Del Mandiri (TDM) anak perusahaan PT Toba Sejahtera Group, Presiden Direktur PT Tobacom itu adalah Purnawirawan TNI Paulus Prananto. Dan, PT Toba Sejahtera Grup ini juga kita tahu sahamnya dimiliki oleh pejabat kita namanya Luhut Binsar Panjaitan, Lord Luhut jadi Luhut bisa bermain dalam pertambangan yang terjadi di Papua," ujarnya.

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery