pasang iklan

Kampak Papua: Polda Papua Tak Serius Tangani Korupsi di Timika

TIMIKA, JAGAPAPUA.COM - LSM Kampak Papua kembali soroti penanganan kasus korupsi di Papua. Sekjen Kampak Papua, Johan Rumkorem menilai Polda Papua tak serius menangani kasus korupsi sentral pendidikan di Timika, Kabupaten Mimika.

"Kami sudah capek berteriak korupsi di tanah Papua. Kami bersama teman-teman LSM aktifis anti korupsi sudah membantu negara menyelamatkan uang negara bahkan membantu Presiden Jokowi soal aksi pencegahan dan penanganaan korupsi di Republik Indonesia khususnya bumi Cenderawasih. Tapi apa yang kita lihat sekarang, inilah wajah penegak hukum kita yang seolah-olah mempermainkan laporan masyarakat, apalagi Dana Otsus,” demikian kalimat yang dilontarkan oleh seorang aktifis anti korupsi yang lantang bicara korupsi.

Dengan tegas Johan mengatakan, perbuatan oknum penegak hukum dinilai tidak berperikemanusiaan. Menurutnya oknum aparat ini selalu manfaatkan peluang yang ada. Ia menekankan, Papua tidak akan pernah bisa maju karena negara tidak serius membenahi penegakan hukum di tanah Papua.

“Otsus meluap sampai tidak diketahui keberadaannya. Semua ini karena ulah oknum aparat penegak hukum kita. Salah satu contoh kasus sentral pendidikan Timika yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp 1 milyar lebih. Tapi toh masih didiamkan, makanya masyarakat menduga ada kongkalikong soal kasus sentral pendidikan Timika. Kami minta Polda Papua serius tangani supaya jangan ada pandangan buruk dari masyarakat terhadap institusi Aparat Penegak Hukum, jangan hanya satu dua orang membuat institusi tersebut tercemar,” tegasnya,

Johan menambahkan, aparat harus tegas menegakkan hukum di NKRI dan tidak pandang bulu. Menurut Johan, pihaknya telah mendatangi Dirreskrimsus Polda Papua guna mempertanyakan kasus korupsi korupsi di Timika tersebut. Akan tetapi jawaban yang diberikan kasus tersebut masih dalam proses perhitungan keuangan negara.

“Tapi kok hampir satu tahun belum ada tanda-tanda, harus jujur kepada publik. Selama ini kami mendapat keluhan terus soal pendidikan di tanah Papua, tapi kalau cara menyelesaikan hukum seperti ini jangan mimpi orang Papua mau maju. Nanti orang Papua tuntut merdeka malah dihadapi dengan moncong senjata atau dibilang separatis. Nyatanya negara gagal membenahi hukumnya, Kami minta supaya oknum-oknum aparat siapapun yang tidak serius tangani kasus-kasus korupsi di Papua segera dipindahkan dari Papua. Jangan bikin susah masyarakat Papua dan melecehkan martabat bangsa,” tegas Johan.

Johan menambahkan, berdasarkan pernyataan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal yang menyebutkan penanganan kasus korupsi berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/206/VIII/Res.3.1./2020/SPKT/Polda Papua, tanggal 8 Agustus 2020 dan surat perintah penyidikan nomor: sprin.Sidik/186.a/VIII/RES.3.1./2020/Ditreskrimsus, tanggal 8 Agustus 2020, Kapolda Papua menegaskan akan mengambil langkah-langkah tegas apabila penyidik mempermainkan proses hukum.

Akan tetapi menurutnya, proses hukum kasus korupsi pengelolaan dana Sentra Pendidikan di Kabupaten Mimika tahun anggaran 2019 seperti berjalan di tempat, bahkan terkesan tidak ada perkembangan selama beberapa bulan terakhir. Ia mengatakan, sejak 8 Agustus 2020, Ditreskrimsus Polda Papua telah memerintahkan kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan, kasus tersebut terkesan mandek.

“Sekolah ini dikhususkan untuk mendidik putra-putri asli dari berbagai suku di Kabupaten Mimika, yaitu Suku Amugme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya. Tapi kalau cara penanganan kasus seperti begini berarti negara sendiri sudah tidak punya niat untuk bangun Papua, apalagi sekolah tersebut dibangun untuk mendidik anak-anak putra/i asli Papua,” tambahnya.

Diketahui, pada 2019, Sentra Pendidikan Kabupaten Mimika mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 14.183.983.592 untuk kegiatan belanja pengadaan makan-minum siswa/siswi, guru, pamong asrama dan karyawan sentra pendidikan.

Alokasi anggaran tersebut adalah kegiatan/belanja untuk makan minum siswa/siswi, guru, pamong asrama, dan karyawan untuk Sentra Pendidikan Mimika yang terealisasi senilai Rp. 12.731.255.900 yang terdiri atas dua kontrak, yaitu Kontrak Nomor: 082/kontrak-JL/DP/2019 tanggal 26 November 2019 dengan nilai Rp 8.056.673.900, dan Kontrak Nomor: 077/kontrak-JL/DP/2019 tanggal 2 September 2019 dengan nilai kontrak Rp4.674.582.000.

Penyidik menemukan adanya dugaan penyelewengan dana pada kegiatan/belanja makan siswa/siswi, guru, pamong asrama dan karyawan dengan potensi kerugian negara senilai lebih dari Rp1 miliar. (LR)

Share This Article

Related Articles

Comments (8)

  • Viagra

    Cialis Rezept Gunstig Kaufen

  • icesque

    cialis daily

  • neurontin side effects mimic huntingtons

    Isotretinoin With Next Day Delivery

  • cialis online without

    Avec Priligy Viagra

  • DonaldWhago

    Velocidad critica Equipos de ajuste: importante para el operación fluido y eficiente de las máquinas. En el mundo de la tecnología contemporánea, donde la eficiencia y la fiabilidad del equipo son de alta importancia, los aparatos de balanceo

  • DonaldWhago

    Vibrómetro Aparatos de ajuste: importante para el funcionamiento estable y productivo de las equipos. En el entorno de la innovación avanzada, donde la rendimiento y la confiabilidad del equipo son de alta relevancia, los equipos de balanceo

  • DonaldWhago

    Espectro de vibracion Sistemas de balanceo: fundamental para el rendimiento estable y efectivo de las maquinas. En el entorno de la innovacion contemporanea, donde la rendimiento y la estabilidad del aparato son de gran trascendencia, los dis

  • DonaldWhago

    Diagnostico de equipos Sistemas de equilibrado: esencial para el desempeño suave y óptimo de las maquinarias. En el campo de la tecnología actual, donde la efectividad y la confiabilidad del dispositivo son de alta significancia, los equipos

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery