pasang iklan

Penangkapan KKB Fernando Tidak Sentuh Masyarakat

YAPEN, JAGAPAPUA.COM - Polres Kepulauan Yapen menanggapi beredarnya sebuah Video yang memperlihatkan sejumlah warga yang mengaku ketakutan dan terancam keselamatannya di saat pihak Kepolisian yang di backup oleh Brimob Polda Papua mendatangi kampung Sasawa untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka FW bersama kelompoknya di Kampung Sasawa Distrik Yapen Selatan, Selasa (10/08/2021).

Saat di temui di ruangannya, Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ferdyan Indra Fahmi. S.H., S.I.K dengan tegas mengatakan narasi di video tersebut adalah berita Hoax yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu untuk memprovokasi warga, dengan beredarnya video itu pihaknya langsung mendalami dan melakukan penyelidikan terkait pelaku penyebar video tsb sesuai dgn Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Video yang seakan ada ketakutan dari warga itu, saya pastikan itu Hoax, dan itu hasil penyelidikan hal itu di provokasi oleh oknum anggota Dewan yang masih menjadi saudara kandung dari tersangka Fernando, dan oknum ini sudah dalam pendalaman tim penyidik terkait undang-undang ITE. Tegas Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ferdyan Indra Fahmi. S.H., S.I.K.

Kapolres juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak benar informasi-informasi yang hanya ingin mengambil kesempatan untuk membuat keresahan di masyarakat.

Lanjutnya, kedatangan pihak Kepolisian ke daerah tersebut adalah untuk mencari tersangka FW bersama kelompoknya dimana foto profil beserta identitas dari masing – masing tersangka sudah di ketahui maka dari itu tindakan yang dilakukan penyidik sudah sesuai dengan prosedur.

“Kita kesana mencari orang sudah jelas, profil nya dan identitasnya karena pada dasarnya kita sudah menerima laporan polisi tentang tindak pidana yang dilakukan oleh Fernando cs . Dimana proses laporan tersebut sudah melalui tahap penyelidikan dan dilanjutkan dengan gelar perkara untuk menetapkan tersangkanya, jadi dalam hal ini tidak mungkin kita salah sasaran atau dalam bahasa hukumnya eror in personal unsur barang siapa sebagai pelaku sudah terindentifikasi dengan jelas,” Jelasnya.

Dirinya juga mengingatkan, apabila ada oknum yang mencoba memprovokasi atau menghasut melalui vidio yg di share media sosial, pihaknya akan melakukan penegakan hukum dengan mengacu pada Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik .

Lanjut Kapolres menerangkan bahwa, upaya penangkapan terhadap FW dan kelompoknya di Sasawa tidak ada sedikitpun mengganggu warga masyarakat apalagi melakukan hal yg arogan..sama sekali tidak ada, silahkan bisa di cek di lokasi apakah ada dari masyarakat yg tersentuh oleh tim pada saat itu, bisa dipastikan itu tdk ada.

“Bila ada informasi yg menyebutkan ada masyarakat yang mengungsi karena takut efek dari penegakan hukum di kampung sasawa itu bisa disinyalir bagian dari upaya keluarga tersangka Fernando yang tidak menghendaki yang bersangkutan dan kelompoknya dilakukan proses hukum,” ucap Kapolres.

Ditambahkan oleh Kapolres bahwa di lokasi kita langsung ke rumah yang ditempati oleh Fernando dan kelompoknya sebagai markas, di lokasi tersebut setelah kita lakukan penggeledahan menemukan 3 pucuk senjata api rakitan laras panjang yg selama ini selalu dibawa oleh anak buah Fernando dalam melakukan aksi tindak pidana pengancaman, pemerasan, penganiayaan, intimidasi selain itu juga tim mendapati 2 buah tabung gas modifikasi (bom rakitan) yang berbahaya bila tim tdk hati-hati pd saat di TKP.

“Sampai dengan selesai kegiatan di lokasi tidak ada satupun dari masyarakat yang tersentuh aparat apalagi sampai terjadi hal-hal yg merugikan, jadi apa yang di informasikan melalui media sosial tersebut lebih kepada untuk menghambat upaya penegakan hukum kepada kelompok Fernando ini tandasnya,” tutup Kapolres. (rls)

Share This Article

Related Articles

Comments (1)

  • cialis 40 mg

    Achat Viagra Pharmacie En Ligne

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery