pasang iklan

Insiden Polsek Nimboran, Tokoh Adat Papua Minta Maaf pada Kapolri

JAYAPURA, JAGAPAPUA.COM - Atas insiden pembakaran Polsek Nimboran, Jayapura, Papua oleh sekelompok warga pada Senin (2/8), Tokoh Adat Papua, Herman Yoku meminta maaf kepada Kapolri mewakili masyarakat Papua. Ia meminta baik Kapolri maupun Kapolda Papua dapat memaafkan tindakan warga tersebut.

“Saya selaku tokoh adat di Provinsi Papua memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri melalui Bapak Kapolda Papua atas kejadian yang dilakukan sekelompok Masyarakat Papua,” ujar Herman Yoku, dikutip dari Viva, Rabu (4/8).

Herman berharap insiden tersebut tidak terulang lagi. Ia mengajak Kapolda Papua dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas di Genyem, Kabupaten Jayapura. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjadikan insiden tersebut pelajaran berharga dan menjauhkan diri dari tindakan-tindakan kriminal yang merusak ketenangan dan kedamaian masyarakat.

Menurut Herman, masyarakat membutuhkan kehadiran dan perlindungan pihak kepolisian terutama saat terjadi gangguan keamanan di daerahnya. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam bertindak dan terus berupaya memelihara kerukunan, keamanan dan ketertiban di daerah sekitar.

“Karena tanpa Kepolisian dimana lagi kita akan melaporkan keluhan kita bila terjadi hal-hal yang mengganggu stabilitas keamanan Kamtibmas di Lingkungan sekitar Kita. Saya harap masyarakat lebih cerdas dalam mengambil keputusan kedepannya,” ujarnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery