pasang iklan

Dua Anggota Intelijen, Yang Tak Dikenal Tanya-Tanya Saya di Wamena

Saya seorang Tokoh publik Pembela HAM di Papua masa Intelijen masih tanya-tanya saya   ???

Hari ini tanggal 17 Januari 2020,  saya mendapat informasi dari Gembala saya Pdt. Esmon Walilo, S.Th bahwa 2 anggota intelijen menelpon Pdt, untuk mengajak diskusi mereka mengatakan kami akan menunggu di Kantor Klasis Balim Tengah.

THEO HESEGEM, Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua ( Pembela HAM )

Setelah pak Pdt, ditelpon beliau datang dan menemui mereka yang sedang menunggu di Kantor Klasis Gereja Kemah Injil Balim Tengah, di jalan Trikora Kabupaten Jayawijaya.

Mereka minta waktu kepada Pdt untuk berdialog dan diskusi, akhirnya terjadi diskusi  dengan dua anggota intelijen itu,  dalam proses diskusi mereka  bertanya kepada bapak Pdt. Bapak Kenal Pak Theo Hesegem kah ?

Pdt. Menjawab saya kenal itu adik saya kita satu jemaat dia adalah Majelis Gereja saya, bagimana ? Saya hubugi dia kah ? Kata dua orang itu ah tidak, kami hanya tanya saja pak Pdt. kata mereka.

Pdt. Esmon menjawab kalau kamu ketemu saya, saya Gembalanya, jadi cukup kamu ketemu saya saja ujar pdt Esmon Walilo.

Dari pertanyaan mereka itu jawaban saya hanya singkat, siapa saja yang mau ketemu saya sebagai tokoh pembela HAM  silakan saja, tidak ada yang bisa dibatasi intinya tujuan pertemuan itu harus jelas, dan menghubugi saya sebelum satu minggu, saya juga tidak setuju kalau datang dengan tiba-tiba dengan agenda yang sama sekali tidak jelas dan tidak masuk akal, seperti inikan buang-buang waktu dan menghabiskan energi saja.

Saya orangnya terbuka, siapa saja yang mau ketemu saya boleh tidak masalah intinya agenda harus jelas, kalau tidak jelas, lebih baik jangan ketemu saya.

Mungkin orang yang tidak mengenal saya, pasti orang itu akan sibuk mencari saya dengan stengah mati.  sampai digua juga ko tidak akan dapat saya.

Oleh sebab itu supaya kamu gampang menelpon saya, akan saya bagikan momor hp   kepada saudara yang membutuhkan saya.

Saya yakin orang yang sudah mengenal saya, pasti orang itu ada nomor hp saya, dan pasti mereka akan menelpon saya. Saya itu orang terbuka kalau mau tanya soal isu ham atau isu Nduga saya siap  untuk menjawab, kapan dan dimana saja.

Intel-intel yang selalu tanya-tanya saya kepada orang lain itu menurut saya Intelijen yang sama sekali  tidak sopan. Saya punya rumah, saya punya tempat tinggal, datang saja ke rumah kalau perlu.  jangan  tanya-tanya saya di jalan seperti orang yang tidak punya rumah atau tempat, anda tidak  sopan. sebagai orang yang terhormat datang saja dengan sopan santun ke rumah, pasti saya menerima anda juga dengan sopan, dan sebagai tamu saya yang terhormat, bila perlu telpon saya minta waktu untuk bertemu.

Saya bukan anak jalanan atau anak aibon yang hidup di jalan-jalan  sehingga kamu harus tanya-tanya saya di jalan atau diluar-luar, tetapi saya mau bilang intelijen yang tanya-tanya saya di jalan, adalah intelijen yang sangat tidak sopan dan tidak tau etika.

Saya seorang tokoh  pembela Hak Asasi Manusia di Papua, pekerjaan saya sebagai  Direktur Eksekutif  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, dan memiliki Kartu pembela HAM SEDUNIA.

Kalau mau ingin mengetahui tentang saya, telpon saja kepada saya melalui nomor telpon dibawah ini 081344553374, saya itu orang publik. Pasti semua  orang mengetahui Theo itu siapa ? Mungkin kedua anggota itu tidak tau sehingga cari saya terlalu stengah mati.

Selamat berkarya dengan baik, karena anda ditugaskan oleh Negara untuk itu, tetapi anda tanya-tanya seorang pembela ham saya bukan anak buahnya saudara, saya tidak perlu taat kepada anda atau turut perintah anda, mohon maaf.

Supaya anda juga dihargai oleh semua orang kerja dengan baik dan jujur, karena anda ditugaskan oleh Negara, adalah kepentingan untuk mengamankan Negara, saya juga mengerti tugas anda untuk tanyakan saya tetapi menurut saya anda tidak sopan dan tidak tau etika.

Saya sedit menjadi lucu, saya adalah warga Negara Indoneaia, masa intelijen kembali menayakan sebagai warga negaranya.

Masyarakat internasional yang bukan warga Negara Indonesia saja, sudah mengenal saya dimana-mana. Sedangkan nama saya sudah menjadi populer di Perserikatan Bangsa Bangsa. ( PBB ).

 

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery