pasang iklan

TGPF Lakukan Otopsi Jenazah Korban Penembakan di Intan Jaya

JAGAPAPUA.COM - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) akan melakukan otopsi jenazah korban kekerasan di Kabupaten Intan jaya, Papua. pE beberapa kasus kekerasan bersenjata di Intan Jaya, Benny Jozua Mamoto, mengatakan bahwa proses otopsi jenazah ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui secara jelas penyebab meninggalnya korban. Selain itu, hasil visum haru dikeluarkan oleh ahlinya untuk membantu proses penyidikan dan proses hukum berjalan lancar.

“Kalau kita mau proses hukum (pelaku penembakan) maka penyebab kematian korban harus jelas dan itu harus dikeluarkan oleh ahlinya berupa visum et repertum (VER). Kalau tidak demikian, ini akan menjadi debatable di pengadilan. Kalau seperti ini maka sudah pasti berkas kami akan ditolak oleh pengadilan,” kata Benny Jozua Mamoto yang pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), melansir dari Antara (12/10).

Benny Mamoto yang juga didampingi oleh sejumlah anggota TGPF dan Kapolda Papua juga menyampaikan bahwa rencana proses otopsi ini telah mendapat persetujuan dari keluarga korban dengan menandatangani berita acara. Dengan persetujuan dari keluarga tim TGPF dapat melanjutkan proses penyidikan yang sempat terhambat tersebut.

TGPF yang beranggotakan dari berbagai unsur masyarakat yaitu unsur kepolisian, unsur Badan Intelijen Negara, unsur kejaksaan, unsur gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi dan pihak pengadu kasus telah berada selama tiga hari di Intan Jaya mengumpulkan berbagai informasi dan data terkait dengan berbagai pihak dalam rangka proses penyidikan terkait dengan sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di Intan jaya.

Benny Mamoto juga menjelaskan bahwa proses pengumpulan data dan informasi di Intan Jaya berjalan dengan baik. Untuk memperolah keterangan dan informasi dari saksi, TGPF langsung menemui yang bersangkutan dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat agar proses komunikasi yang dijalankan berjalan dengan kondusif. TGPF mengaku mengalami kendala berupa perbedaan bahasa, akan tetapi dapat diatasi dengan adanya bantuan yang menerjemahkan. Dengan cara demikian ini, membuat kehadiran TGPF dapat diterima baik oleh masyarakat terutama oleh keluarga korban.

Meskipun sempat mengalami tantangan dan hambatan hingga ancaman teror berupa penembakan, TGPF dapat menyelesaikan semua tugas sesuai target termasuk olah TKP yang berjalan lancar. Diketahui TGPF segera kembali ke Jakarta pada senin (12/10). Temuan data dan informasi yang dikumpulkan TGPF segera disusun untuk disampaikan kepada Menko Polhukam Mahfud MD. Laporan hasil penyidikan TGPF ini akan diteruskan kepada Presiden Joko Widodo. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery