pasang iklan

Perangi Covid-19, Dinkes Ajak Wartawan Edukasi Masyarakat

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Dalam agenda bersama melawan corona virus disease atau Covid-19 bersama di Provinsi Papua Barat, maka Unicef, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli), serta dinas kesehatan Provinsi Papua Barat mengajak wartawan se Papua Barat di kabupaten Manokwari untuk terus memberikan kampanye dan edukasi kepada publik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Barat Frans Pieter Istia, S.Sos. MM, mengatakan, penyebaran Covid-19 masih berlangsung dan pasien positif semakin meningkat, maka dalam pertemuan tersebut diperlukan peran bersama untuk merumuskan isu strategis yang bisa dipublikasi dan bisa menjadi acuan bagi masyarakat untuk memerangi covid19.

"Peran media sangat luar biasa karena terus menyuarakan tentang perkembangan Covid-19 di daerah Papua Barat, juga lebih khusus mengenai edukasi masalah bahaya Covid-19 kepada masyarakat" kata Istia saat membuka kegiatan Koordinasi Komunikasi Resiko Covid-19 bersama Wartawan Media Massa dan Tim Kreatif, Sabtu (5/9).

Menurutnya, kegiatan koordinasi antara organisasi merupakan langkah yang sangat penting, maka semua yang sudah terlibat dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat saling mendukung sehingga pertemuan yang dilangsungkan tersebut mampu menghasilkan konsep yang baik untuk melakukan pencegahan, penularan dan edukasi bahaya Covid-19 kepada masyarakat Papua Barat.

Dia pun berharap kegiatan semacam ini terus berjalan, sehingga ada sinergi bersama dalam memerangi Covid-19. Ia juga meyampaikan pentingnya evaluasi kinerja masing-masing bidang melihat isu kekinian tentang pencegahan terhadap virus corona di daerah Papua Barat.

Unicef perwakilan Papua Barat Rustini Floranita dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada semua wartawan dari media cetak, media online dan elektronik yang sudah berkontribusi memerangi Covid-19.

Menurut dia, selama ini kerja wartawan sudah cukup maksimal, karena secara konsisten selalu beritakan bahaya Covid-19,  kampanye edukasi, sehingga dapat menjadi acuan kepada pemerintah untuk bisa lebih sigap memerangi Covid-19.

Untuk itu, menurut dia, hubungan kemitraan tersebut akan terus berjalan dan harus terus ditingkatkan demi menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pencegahan Covid-19.

"Tanpa wartawan publik tidak bisa mengetahui apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk pencegahan Covid-19 yang kini semakin laju di Papua Barat, maka kita harap hubungan kerjasama ini terus berlanjut" ungkap Rustini Floranita.

Sementara itu, ketua Hakli Papua Barat Edi Sunandar menjelaskan bahwa pencegahan virus corona harus didasari oleh pemahaman dan pengetahuan masyarakat.

Dua hal ini perlu menjadi perhatian oleh wartawan, sebab yang hanya bisa memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang Covid-19 adalah wartawan, maka harus diakui bahwa perang wartawan sangat penting.

"Saya salut dan apresiasi kerja wartawan, sebab saat ada Covid-19 ini wartawan terus beritakan masalah wabah Covid-19, meskipun belum ada vaksin yang bisa menyembuhkan virus corona, namun edukasi dan penyadaran wartawan ke publik terus dikemas dalam berita" kata Sunandar.

Tak sampai disini, kata dia, wartawan ikut memberikan kebijakan dan dorongan sehingga ada perubahan dalam penanganan Covid-19 di Papua Barat.

Msalnya sebut Sunandar bahwa penyadaran kepada masyarakat untuk menggunakan masker, cuci tangan dan mendorong adanya penyediaan fasilitas kesehatan Covid-19. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (2)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery