pasang iklan

Ratusan Pekerja Lokal Asli Bintuni di PHK dari LNG Tangguh

TELUK BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - Ratusan pekerja lokal di Kabupaten Teluk mengalami Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK oleh pihak Chiyoda Saipem Triparta SAE (CSTS) yang merupakan sub kontraktor dari LNG Tangguh mega proyek kilang gas alam yang dioperasikan British Petroleum (BP) di Teluk Bintuni.

“Jadi sebanyak 246 tenaga kerja lokal di Teluk Bintuni dirumahkan, sedangkan 225 orang lainnya di PHK oleh pihak CSTS sub kontraktor LNG Tangguh Teluk Bintuni” kata salah satu pekerja lokal yang di PHK, Frans Asyerem.

Untuk mencari keadilan atas tindakan pihak subkon CSTS di LNG Tangguh Teluk Bintuni, maka ratusan pekerja ini melakukan audensi bersama Sekda Teluk Bintuni Frans Awak, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kadisnnakertrans) Teluk Bintuni Ir. I.B Putu Suratna, Ketua DPRD, Pihak CSTS sebagai sub kontraktor perekrut tenaga kerja untuk LNG Tangguh dan Direktur Utama (Dirut) Perusda, Max Samaduda.

Dikatakan Asyerem bahwa audiensi yang dilakukan untuk menindak lanjuti permasalahan ketenagakerjaan yang dipecat oleh LNG Tangguh melalui CSTS. Pertemuan itu berlangsung di Kantor Bupati Teluk Bintuni, Jumat (17/7).

Kehadapan pemkab Teluk Bintuni, Asyerem mengatakan, para pekerja yang dipecat oleh CSTS menuntut hak mereka sebagai warga asli Teluk Bintuni yang kini di PHK pihak CSTS maupun LNG Tangguh.

Frans Asyerem mengaku bahwa pihak CSTS memberikan janji palsu perihal pekerjaan tersebut. Pasalnya, pada awal masa pandemi covid-19, para pekerja diberi janji manis bahwa tidak akan ada yang dipecat.

“Bapak-bapak kalian ingat yang kalian katakan kepada kami pada saat covid ini mulai terjadi, dimana saat itu kalian berkata bahwa tidak ada pemecatan. Kalian hanya mengatakan kita dirumahkan sementara, setelah itu nanti naik lagi” ujar Frans.

Ternyata setelah adanya medical check up, tegas Frans bahwa mereka para pekerja ini diputuskan hubungan kerja secara sepihak hanya melalui pesan singkat elektronik.

Dengan demikian pekerja yang di pecat datang untuk mempertanyakan mengenai perekrutan tenaga kerja non skilled maupun soft skilled dari luar Teluk Bintuni maupun luar Papua.

Frans mengaku sangat menyayangkan, sebab anak-anak negeri tidak diprioritaskan oleh CSTS dan LNG Tangguh dalam perekrutan ini. Untuk itu perlu dipertanyakan, dimana manfaat dari kehadiran industri seperti LNG Tangguh di Teluk Bintuni ini.

“Bapak-bapak sekalian kalian mau kami nganggur kemudian berkelahi di pinggir jalan setiap hari ka. Kita ini mau menurunkan tingkat pengangguran di Teluk Bintuni. Tapi kami hanya minta harus diberikan kesempatan kerja. Ini negeri kami, kami bisa melakukan aksi yang lebih besar dari hari ini. Kami ini anak Bintuni, sehingga kami minta keadilan dari CSTS” pintah Frans.

Dia berharap Pemda dan Perusda mendesak kepada pihak CSTS dan LNG untuk kembali memperkerjakan tenaga lokal yang di PHK. Setelah mendengar aspirasi dari para pekerja, maka Pemda Teluk Bintuni dan Dirut Perusda mendesak agar sub kontraktor tersebut untuk kembali merekrut tenaga-tenaga kerja dari Teluk Bintuni.

Menurut Direktur Perusda Max Samaduda, pekerja Teluk Bintuni sudah sangat berkompeten untuk bekerja di LNG Tangguh sebagai tenaga semi skilled yang bersertifikasi profesi.

“Kita di Teluk Bintuni ini ada pusat pelatihan yang didirikan Pemda, yaitu P2TIM (Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas). Bahkan mereka ini telah tersertifikasi dan mampu bekerja sebagai tenaga-tenaga soft skilled,” pesan Samaduda.

Untuk itu, Samaduda meminta Pemda dan masyarakat untuk terus mengawal masalah ketenagakerjaan di LNG Tangguh, terutama oleh CSTS. Bahkan ultimatum diberikan kepada pihak CSTS untuk tidak lagi merekrut tenaga non skilled dan soft skilled dari luar Teluk Bintuni.

“Sangat disayangkan karena hal ini tidak mendapatkan respon yang tegas oleh CSTS sebagai perusahaan yang mengambil keuntungan dengan beroperasi di Teluk Bintuni. Hal ini adalah ironi, sebab sebuah permasalahan klasik ketenagakerjaan di dunia industri” tambah Samaduda kepada awak media, Minggu (19/7). (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (632)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery