pasang iklan

Negara Baru Bougainville Persiapkan Agenda Pemilu

BOUGAINVILLE, JAGAPAPUA.COM - Siapa tidak tahu Bougainville, negara yang dihadihi penentuan nasib sendiri oleh Pemerintah Papua Nugini melalui proses paling demokratis bernama referendum dalam waktu dekat akan menggelar Pemilu pada tahun 2020.

Serangkaian persiapan untuk pemilihan umum Perwakilan telah disiapkan, sesudah dilayangkan surat edaran perintah pelaksanaan Pemilu, Rabu (17/6) seperti dilansir dari The National.

Surat tersebut diterbitkan Ketua Parleman Simon Pentanau yang isinya memerintahkan agar Komisaris Pemilihan Umum Bougainville, George Manu agar segara menghelat pesta demokrasi. Pembukaan prosesi pencalonan pemilihan umum akan berlangsung selama satu minggu.

Sedangkan, Perhelatan politik elektoral itu akan dilaksanakan 12 Agustus dan berujung pada tanggal 1 September. Selain itu, untuk perhitungan suara nantinya akan dilakukan pada tanggal 2 September dan berakhir ketika memasuki tanggal 14 September.

Setelah usai memungut suara rakyat melalui mekanisme pemilu, hasil dari penggalangan suara tersebut akan di kembalikan bersamaan dengan surat perintah pelaksanaan di esok harinya tanggal 15 September.

Konstituen yang dilibatkan melakukan partisipasi memilih satu presiden, tiga perwakilan perempuan yang mewakili Bougainville Utara, Tengah dan Selatan, dan perwakilan dari 44 daerah pemilihan di Bougainville.

Meskipun wacana pemilu sangat terus menguat, Menurut Komisaris Pemilihan Umum Bougainville, George Manu menyatakan bahwa ditengah melandanya virus corona pihaknya sangat sulit melakukan sejumlah persiapan dalam menyongsong pemilu, kesulitan itu karena adanya pembatasan yang diberlakukan.

Sebelumnya perlu diketahui, berdirinya negara Bougainville, tidak lahir serta merta begitu saja, akan tetapi rakyatnya dihadapkan dengan sebuah proses perjuangan yang panjang untuk bisa berdaulat.

Lebih dari 20 ribu warga sipil tewas dalam pemberontakan selama bertahun-tahun. Sejak 1998, kelompok pro merdeka yang terus berjuang meminta referendum akhirnya kini terwujud. Wilayah seluas 10.000 km persegi itu mendapat hak untuk menentukan nasib sendiri pada 2019. (RS)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery