pasang iklan

Begal Meningkat, DPC Peradi Sebut Kesadaran Hukum Masih Lemah

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Genap sudah usia DPC PERADI Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat itu satu tahun. Himpunan yang beranggotakan para Sarjana Hukum itu lantas menyambangi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (Lapas) Kelas II B Manokwari.

Dalam tujuannya, selain menggelar kegiatan kemanusiaan, PERADI Manokwari juga memastikan kondisi warga binaan terutama masa pandemi Covid-19. Bahkan adapula, bantuan berupa Sembako terhadap warga binaan.

Akan tetapi disela-sela kunjungan tersebut, ada sejumlah persoalan hukum turut disoroti oleh DPC, salah satunya meningkatnya eskalasi kejahatan di Jantung Kota Manokwari yang kian meresahan masyarakat akhir ini.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang Peradi Manokwari, Demianus Waney, dia juga di rundung kebingungan menyimak degradasi kesadaran hukum di seputaran kota Manokwari. Menurutnya, di era ini harusnya ada lonjakan kesadaran hukum dilingkungan masyarakat.

Tapi kali ini justru terbalik, kejahatan semakin merajalela menghantui masyarakat,” Demikian Ungkap Waney kepada awak Media Sabtu, 23 Mei 2020.

Saking tak terpuaskan melihat degradasi moril, dia pun kemudian berpadangan, meningkatnya angka kejahatan di kota Injil bisa di persoalkan dari serangkaian aspek terutama faktor psikologis dan ekonomi.

Tentu ini menurutnya, ada tarikan keterpautan, apalagi ditambah, Virus Covid-19 begitu mewabah, hingga harus membuat Penyelenggara Negara maupun Daerah menerapkan karantina kependudukan wilayah setempat.

Lantaran hal itu, masyarakat kemudian kesulitan untuk menganjal isi perutnya, akhirnya terjadi perubahan pola berpikir yang berujung sampai pada perlakuan kejahatan” Ungkap dia.

Hal senada juga di ungkapkan Anggota DPD Perwakilan Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, Filep cenderung menitiberatkan dugaannya pada eksistensi atau kehadiran lembaga Kepolisian yang ada di daerah Manokwari.

Menurutnya, Meningkatnya eskalasi kejahatan tersebut patut juga untuk dilayangkan pertanyaan kepada pihak Kepolisian selaku lembaga penjamin kenyamanan dan ketentraman masyarakat setempat.

Pendapat Filep ini merujuk pada temuan Ombudsman RI Perwakilan Papua Barat yang menyatakan, bahwa hampir sebagian besar Polsek ditanah Papua Barat hanya dihuni tiga sampai empat orang anggota.

Tetapi disisi lain, pembangunan Institusi Polisi bertebaran dimana-dimana. Hal ini berbading terbalik, kejahatan yang semakin meninggi, namun pendirian bagunan polisi selalu gencar dibangun, tutur Filep.

Selain kritikan datang dari Demianus Waney dan juga Senator Papua Barat yang vokal di Senayan, Filep Wamafma, kritikan mengenai naiknya besaran eskalasi kejahatan juga datang dari Ketua KNPI Provinsi Papua Barat Sius Dewansiba.

Menurut Sius, tingginya kejahatan tidak pernah terlepas dari maraknya penggunan ganja dan minuman keras yang kian beredar di masyarakat Manokwari, dan itu diduga ada tindakan pembiaran di lakukan. Akhirnya seturut dengan adanya pembiaran tersebut, banyak pemuda yang menjatuhkan pilihanya pada tindakan kriminalitas, ucap Sius kepada jagapapua.com. (RS)

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2867/dap-wilayah-iii-minta-kapolda-dan-jajaran-tangkap-pelaku-begal

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery