pasang iklan

Simak Penyampaian pendapat Amicus Kontras untuk 7 Tapol Papua

Amicus Curiae untuk 7 Tapol Papua di Pengadilan Negeri Balikpapan

No. : 78/SK-KontraS/V/2020                                                                                                                                                                                                    
Hal : Permohonan penyampaian pendapat amicus
Lampiran : 1 berkas amicus 

Kepada Yth.
Majelis Hakim Yang Memeriksa dan Mengadili Perkara

No. 30/Pid.B/2020/PN Bpp,
No. 31/Pid.B/2020/PN Bpp,
No. 32/Pid.B/2020/PN Bpp,
No. 33/Pid.B/2020/PN Bpp,
No. 34/Pid.B/2020/PN Bpp,
No. 35/Pid.B/2020/PN Bpp,
No. 36/Pid.B/2020/PN Bpp
Pengadilan Negeri Balikpapan
Di – Tempat 

Dengan hormat, 

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) adalah sebuah organisasi hak asasi manusia yang dibentuk pada 20 Maret 1998. Sebagaimana berdasar pada Anggaran Dasar, menjadi Misi kami ialah memajukan kesadaran akan pentingnya penghargaan HAM serta mendorong secara konsisten perubahan pada sistem hukum dan politik yang berdimensi penguatan dan perlindungan rakyat dari bentuk-bentuk kekerasan dan pelanggaran HAM. 

Sebagai bagian dari upaya memajukan penghargaan HAM pada sistem hukum, KontraS melihat Indonesia sebagai Negara yang telah mengadopsi instrumen hukum HAM internasional seperti Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (UU No. 12 Tahun 2005), pada praktiknya seringkali menerapkan pasal makar dalam KUHP dengan pengertian yang terlalu umum dan kabur sehingga tidak lagi menyangkut tujuan awal dari pasal tersebut (intentional element of the crime). Sehingga pasal-pasal ini bisa secara semena-mena digunakan untuk membatasi kebebasan berpendapat (beropini), berekspresi, berkumpul, dan berasosiasi yang sejujurnya telah dilindungi oleh Konstitusi. Atas dasar itulah KontraS memutuskan untuk menjadi amicus curiae dengan mengirimkan pendapat dalam perkara atas nama tujuh Terdakwa: Hengki Hilapok, Alexsander Gobai, Steven Itlay, Bucthar Tabuni, Irwanus Uropmabi, Fery Kombo dan Agus Kossay. 

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasama Majelis Hakim, kami ucapkan terima kasih. 

Hormat kami, 

Arif Nur Fikri, S.H.
Kepala Div. Pembelaan Hak Asasi Manusia

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2394/kasus-mispo-gwijangge-dan-kecerobohan-penegak-hukum

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery