pasang iklan

Senator Filep Wamafma Temui Kasdam Kasuari Papua Barat

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal dapil Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum melakukan kunjungan kerja ke markas Kodam XVIII Kasuari Papua Barat, Selasa, 31 Maret 2020.

Kedatangan senator Filep Wamafma disambut oleh Kasdam Papua Barat Brigjen TNI Ferry Zein didampingi Asintel Kasdam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Wahyu Handoyo S.I.P dan Aster Kasdam XVIII/Kasuari, Kolonel Kav Susanto Dwi Asmara,S.H.

Sebelumnya, Kasdam melaporkan bahwa saat ini Pangdam XVIII Kasuari Papua Barat sedang mendampingi Gubernur Papua Barat, Kapolda Papua Barat untuk melakukan apel bersama guna penyemprotan desinfektan serentak di dalam kota Manokwari.

Sebagai lembaga mitra kerja, Filep Wamafma datang berdiskusi bertukar pikiran dan meminta informasi tentang tugas dan wewenang jajaran TNI di wilayah teritorial Kodam XVIII Kasuari Papua Barat, sebab Komite 1 DPD RI merupakan mitra kerja langsung dengan TNI dan Polri.

Terutama, kata Filep, bagaimana jajaran TNI dalam membantu pemerintah daerah menangani masalah wabah virus corona disease (Covid-19) yang kini secara global telah ditangani serentak, namun secara khusus satgas Covid-19 Papua Barat.

Kehadapan senator Filep Wamafma, Kasdam menyampaikan bahwa secara internal jauh-jauh hari mereka sudah siap membantu pemerintah daerah dalam kegiatan penanganan Covid-19. Bahkan social distancing sudah dilaksanakan sampai ke jajaran Kodim dan satuan di wilayah Papua Barat.

Lebih lanjut, Kasdam menyampaikan bahwa sebagai contoh seluruh jajaran anggota di Kodam Kasuari tidak bisa keluar daerah melakukan tugas-tugas kedinasan maupun urusan keluarga sehingga mereka saat ini mengisolasi diri. Termasuk saat apel pagi selalu mengambil jarak dan jumlah personel 30 orang yang ikut apel sesuai tugas masing-masing.

Kasdam menyampaikan bahwa hampir 50 persen anggota tinggal bersama masyarakat sehingga anggota juga ikut membantu pencegahan Covid-19.

Semua yang dilakukan merupakan langkah yang diambil sesuai dengan instruksi langsung dari Panglima TNI AD, KASAD, Panglima Kodam Kasuari Papua Barat, dan tentu saja sesuai dengan instruksi gubernur Papua Barat nomor 3 tahun 2020 tugas TNI untuk ikut amankan bersama jajaran kepolisian di daerah Papua Barat.

Hanya saja, kata Kasdam, satu yang menjadi kendala adalah dari instruksi tersebut tidak ada yang mengatur jadwal ibadah sehingga hal ini menjadi masalah dalam pencegahan virus corona.

"Contohnya saat sholat Jumat di mesjid sudah dibatasi sesuai imbawan dari dewan pengurus mesjid. Sedangkan pemantauan kami pada Minggu pagi ada gereja yang masih melakukan ibadah" ungkap Kasdam.

Lebih lanjut, Filep menyampaikan bahwa kesiapan TNI menyikapi masalah konflik sosial dengan kebijakan daerah pencegahan virus corona. "Kami ini diangkat oleh rakyat sehingga merupakan murni dari suara rakyat di daerah Papua Barat, maka sangat penting saling koordinasi" ungkap Filep.

Di kesempatan itu, Filep mengatakan, kasus virus corona disease (Covid-19) yang sekarang ini sedang berkembang secara global, sehingga bagaimana langkah Kodam Kasuari Papua Barat untuk membantu pencegahan masalah kasus corona di daerah Papua Barat.

Filep Wamafma menyampaikan mudahnya wabah Covid-19 ini menyebabkan kekurangan pangan, maka harus diatasi bersama agar jangan sampai daerah mengalami krisis pangan.

Filep juga menyinggung tentang adanya isu baru tentang darurat sipil. Oleh sebab itu hal ini harus ada sosialisasi kepada masyarakat sehingga jangan sampai pemahaman tentang masalah darurat sipil tersebut memicu konflik sosial.

Setelah mendengar penjelasan dari Kasdam Kasuari Papua Barat, kata Filep, Instruksi perintah TNI, Polri sangat jelas yaitu satu komando sehingga kapasitas instansi TNI Polri tidak perlu diragukan lagi.

Kembali Kasdam menyampaikan bahwa kendala saat ini untuk mencegah penyebaran virus corona di Papua Barat adalah masalah infrastruktur kesehatan masih sangat terbatas sehingga masalah ini harus diatasi pemerintah daerah.

Salah satunya adalah tentang bagaimana kesiapan pemerintah untuk peningkatan infrastruktur kesehatan, minimal ada rumah sakit daerah yang siap.

Untuk menjawab masalah ini, Filep akan meneruskan persoalan ini kepada gubernur sehingga dalam penanganan masalah corona segera ditangani bersama. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (3)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery