pasang iklan

Ini Tanggapan Pemerhati HAM Soal Adam Bandt Pakai Pin Bintang Kejora

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM – Pro kontra dunia Internasional tentang keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan munculnya sikap Ketua partai Hijau Australia, Adam Bandt yang bersalaman dengan Presiden Joko Widodo, yang dengan sengaja ia menggunakan atribut PIN bendera Bintang Kejora di Australia beberapa waktu lalu itu mendapat tanggapan dari sejumlah pemerhati HAM di Indonesia. Banyak kalangan menilai sikap itu sebagai tanda “perang” yang sedang terjadi antara dunia luar dan Indonesia.

Diberitakan media ini sebelumnya, sikap Ketua partai Hijau bertemu Jokowi itu lantaran janji Jokowi sebelum pilpres 2019 lalu ingin memberi akses yang luas kepada negara-negara luar untuk melakukan penegakan Hukum dan HAM di Papua, tetapi hingga kini janji tersebut belum terwujud.

Salah satu Tokoh Papua, Theo Hesegem, yang juga seorang Pemerhati HAM Internasional mengungkapkan ada baiknya juga jika sikap Adam Bendt itu, sehinga ada perhatian dunia terkait kasus-kasus HAM yang terjadi di Papua.

Ia menjelaskan, entah dengan motif apa Adam Bendt menggunakan PIN Bintang Kejora di bagian kiri jas itu dituntukan kepada Jokowi, tetapi hal positif menurut Theo adalah agar mengingatkan pemerintah bahwa dunia Internasional sedang melihat persoalan di Papua.

“Saya tidak tau maksudnya apa dia menggunakan PIN Bintang Kejora bertemu dan bersalaman dengan Jokowi, tetapi bagi saya hal positifnya adalah baik untuk Soal HAM yang sekarang ini kami perjuangkan”, ungkap Theo Hesegem usai dirinya bersama Senator Papua, Yorrys Raweyai melakukan jumpa pers di ruang DPD RI Papua pada jumad, (14/02).

Kasus Mispo Gwijangge

Untuk diketahui, kehadiran Theo Hesegem bersama Senator Yoris Raweyai melakukan juma pers itu terkait kasus tuduhan POLRI kepada Mispo Gwijangge yang dituduh sebagai pelaku tunggal pembunuhan 17 karyawan PT Istaka Karya di Papua pada akhir 2018 lalu.

Dalam jumpa pers tersebut, Yoris Raweyai selaku ketua FOR PAPUA MPR RI menjelaskan, kasus Mispo diharapkan pemerintah lebih hati-hati dan jelih melihat potensi kasus tersebut.

Yorrys menjelaskan, masih ada perbedaan pendapat soal usia Mispo dan prosedur penanganan kasus yang dinilai jauh dari apa yang diperjuangkan pemerhati HAM Papua, Theo Hesegem. (JP/fren)

Share This Article

Related Articles

Comments (1)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery