Sultan Tidore, Husain Alting Syah. (foto/jurnalpatrolinews.co.id)
JAKARTA, JAGAPAPUA.COM – Sultan Tidore, Husain Alting Syah menyebut, ditengah upaya pemerintah melakukan rekonsiliasi konflik di Papua, sangat tepat jika pemerintah Indonesia selain menghadirkan toko adat dan masyarakat setempat, tetapi juga pihak Kesultanan Tidore sebagai bagian dari aspek historitas Kesultanan.
“Ya, saya kira ketika berbicara tentang rekonsiliasi konflik di tanah Papua, dan ada keinginan menghadirkan semua para tokoh masyarakat, tokoh adat, agama, dan pemuda, maka saya kira sangat tepat jika pihak Kesultanan hadir disana. Ini juga yang kami dari pihak Kesultanan pikirkan. Saya tidak tau apakah pemerintah berfikir soal ini atau tidakâ€, begitu kata Sultan Tidore yang juga anggota DPD RI asal Maluku Utara itu.
Ia menjelaskan, wilayah tanah Papua juga menjadi ekspansi kesultanan Tidore yang sampai saat ini rakyatnya masih terus dijaga. Sebab itulah, konflik yang terjadi di Papua menjadi hal yang sangat serius di pikirkan pihak Kesultanan. Hanya saja, dalam konteks pemerintahan, pihak Kesultanan belum bisa berbuat banyak jika pemerintah tidak mengundang untuk duduk bersama bicarakan soal konflik tersebut.
“Apa yang dialami rakyat di Papua, kami di Maluku Utara ikut merasakan itu, apalagi pihak Kesultanan, karena kami juga bagian dari Papua dari aspek histori itu. Beda wilayah dalam perspektif pemerintahan, tetapi tidak bagi kami dalam kesultanan. Itu sebabnya mengapa banyak orang-orang Tidore itu ada di Papuaâ€, jelasnya.
Ditambahkan, meskipun secara formal pemerintah belum melibatkan pihak kesultanan untuk ikut dalam membicarakan konflik di Papua, tetapi berbagai langkah juga sudah dilakukan.
“Semua orang berfikir tentang Papua, apalagi kita yang adalah bagian dari Papua dalam pekspektif historitas Kesultananâ€.
Share This Article