pasang iklan

Ini Penjelasan Menpora Soal Pemain Sepak Bola Yudit Sada

Jakarta, JagaPapua.com – Menteri Pemuda dan Olahraha, Zainudin Amali memberi signal kepada pemain sepak bola wanita asal Papua, Yudit Sada terkait informasi yang beredar soal proses penyembuhannya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Yudit Sada, menjelaskan, dirinya mengakui kalau proses biaya waktu di Jakarta di tanggung dari PSSI tapi sebulan lamanya di RS, pihak rumah sakit kemudian menyampaikan kepada dirinya untuk pulang sambil dikontrol.

“Jadi saya dengan dokter tim bicara dengan bagian urusan admin tetapi tidak ada tanggapan dari mereka, terus saya harus bagaimana. Dan mengapa saya minta pulang ke Papua, karena di rumah sakit tidak ada yang temani. Kalau mereka berfikir yang baik, tidak perlu saya bicara langsung beli tiket untuk datangkan keluarga saya. Makanya tidak enak juga jadi saya bilang pulang saja ke Papua”, begitu pengakuan Yudit Sada.

Dijelaskan, proses pengobatan di Papua juga bisa dilakukan asal ada komunikasi dan kerja sama dengan rumah sakit setempat. Sementara selama 1 bulan saya tinggal sendri di rumah sakit dokter tim hanya datang mengecek kondisinya tiga hari saja.

Pihak PSSI juga telah menyampaikan agar Bulan oktober waktu itu di suru balik Jakarta, hanya saja apakah dirinya harus membeli tiket sendiri dan tiggal di mana

“Kalau ada yang komunikasi dengan saya baru atur pasti saya pergi tapi tidak ada”, ungkapnya.

Selain itu, janji PSSI memberikan uang juga tidak ditepati.

“Dibilang saya patah di timnas jadi pasti terima hak sama kaya pemain tapi tidak juga jadi macam su tidak percaya dorang makanya saya bilang saya pulang saja sudah ke Papua.

Terkait hal ini, Menpora Zainudin Amali menjelaskan tiga point, Pertama; Yudith ke Jakarta karena harus operasi. Semua ditanggung PSSI (insurance mandiri in health, RS royal), Kedua, harusnya dia tidak pulag ke Papua karena pasca operasi masih ada rangkaian kontrol dan recovery (Pssi sediakan full tanggungan termasuk tempat tinggal) tetapi yang bersangkutan tetap minta pulang karena katanya urus keluarga disana dan ketiga; Untuk pelepasan pen di kakinya, jadwalnya tidak ketahuan karena tidak ada kontrol di royal.

(fren)

 

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery