pasang iklan

DAP Wilayah III Doberay Surati Presiden Soal Pj Gubernur PB

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Sosok Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat semakin hangat menjadi perbincangan publik sejalan dengan masa jabatan Gubernur yang tak lama lagi akan berakhir. Sejumlah nama bahkan telah bergulir di tengah-tengah masyarakat Papua Barat dan diwarnai dukungan dari berbagai kalangan tak terkecuali Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay.

Ketua Dewan Adat Arfak Obet Arik Ayok dalam Jumpa persnya bersama Dewan adat lainya, di kantor DAP III Manokwari, Kamis (05/05/2022) menyampaikan dukungan penuh kepada siapapun anak Papua yang akan ditunjuk sebagai Penjabat/karteker Gubernur Papua Barat untuk mengisi kekosongan jabatan dalam 2 tahun ke depan.

“Terpenting mereka bekerja untuk rakyat dan anak Papua itu di wilayah adat Papua Barat, paham adat istiadat dan kultur orang Papua, yang akan duduk menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat selama 2 tahun 2022-2024,” ungkap Obet yang juga merupakan mantan anggota DPR Papua Barat.

Lebih lanjut, menyikapi dinamika sosial-politik yang berkembang saat ini, Obet mengatakan bahwa Dewan Adat Papua, Daerah Pegunungan Arfak Goliath Menggesuk, Tokoh Intelektual Arfak Kabupaten Manokwari Selatan Yafet Inden, Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay Kellyopas Meidogda dan Ketua Dewan Adat Suku Besar Arfak Obet Arik Ayok bersepakat untuk menyurati Presiden Joko Widodo terkait penunjukan Pj Gubernur Papua Barat.

Menurutnya, terdapat 2 poin penting dalam surat tersebut. Pertama, meminta dengan hormat kepada Presiden untuk menentukan siapa putra terbaik anak adat Papua untuk menjalankan amanah negara sebagai penjabat/karteker gubernur Provinsi Papua Barat periode 2022-2024.

Kedua, mengusulkan 2 figur yaitu Komjen Pol (P) Drs. Paulus Waterpauw M.Si., dan Drs. Nathaniel Mandacan M.Si sebagai calon Pj Gubernur Papua Barat dengan alasan bahwa keduanya dinilai merupakan figur yang tepat yakni merupakan putra terbaik anak adat dari wilayah III Doberay dan wilayah adat Bomberay di Papua Barat.

“Dua nama ini yang kami sepakati mengusulkan ke Presiden, karena memiliki loyalitas, integritas, dan dedikasi yang sangat tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk ditunjukkan dan diangkat sebagai penjabat karteker Gubernur Papua Barat periode 2022-2024 untuk mengisi dan menjalankan kekosongan pemerintahan daerah Provinsi Papua Barat sampai pada pemilu 2024,” ujar Makesa.

Selain itu, hal ini juga setelah menimbang dengan seksama nilai-nillai adat budaya Papua Dewan Adat Papua wilayah III Doberay untuk kepentingan keberpihakan masyarakat adat Papua di Papua Barat dan penghormatan terhadap hak-hak dasar masyarakat adat Papua menuju pemilu 2024 mendatang.

“Mengajak masyarakat adat agar tetap menjaga stabilitas keamanan. Jangan mudah terpengaruh dengan isu tidak bertanggung jawab dan jangan membenturkan keadaan menjadi memanas. Apapun keputusan Presiden dan Mendagri itu yang terbaik untuk kita semua,” ungkap Obet. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (1)

  • internetgame.me

    I quite like reading an article that can make people think. Also, thanks for allowing me to comment! internetgame.me

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery