pasang iklan

Filep Harap Mubes IKN Wujudkan Kobe Oser, Kosambrauw ma Kobawes

JAGAPAPUA.COM - Anggota DPD RI, Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum menyampaikan selamat atas terselenggaranya Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Numfor (Mubes IKN) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat pada Jumat, (25/3/2022).

Filep menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan suku terlebih saat ini di tengah arus perkembangan era globalisasi. Menurutnya, dengan semakin kuatnya kerukunan suku akan dapat memelihara identitas termasuk adat istiadat suku tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menambahkan, simbol ‘Kobe Oser, Kosambrauw ma Kobawes’ (red, kita bersatu, kita kuat dan membangun) dapat menjadi spirit bersama dan dipelihara dengan baik dalam Ikatan Keluarga Besar Numfor di kabupaten Manokwari, Papua Barat. 

Filep Wamafma yang merupakan keturunan dari keluarga besar Numfor ini mendukung penuh mubes IKN ke-1 yang dilaksanakan hari ini. Oleh karena itu, Filep berpesan agar siapapun yang akan terpilih dalam musyawarah dan mufakat nantinya, diharapkan benar-benar mampu memposisikan diri, merangkul dan membina keluarga besar Numfor di daerah Manokwari lebih baik ke depannya.

Melihat dalam sejarahnya, budaya Papua khususnya orang Biak Numfor merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam suku. Akan tetapi dalam sistem pemerintahan, Biak merupakan kabupaten yang membawahi pulau Numfor sebagai satu pulau terpisah dari tanah Biak itu sendiri. 

“Di samping itu keluarga besar Numfor sendiri sangat terpencar dan merantau kemana-mana, salah satunya kabupaten Manokwari merupakan daerah yang sudah menjadi bagian dalam kehidupan keluarga besar Numfor sendiri,” sebut Filep.    

Lebih lanjut, menurutnya, sejarah mencatat bahwa nama Numfor berasal dari nama pulau dan golongan penduduk asli Pulau Numfor. Penggabungan nama Biak dan Numfor menjadi satu nama dan pemakaiannya secara resmi terjadi pada saat terbentuknya lembaga dewan daerah di Kepulauan Schouten yang diberi nama Dewan daerah Biak-Numfor pada tahun 1959.

Nama Biak-Numfor ini digunakan untuk menyebut daerah secara geografis dan daerah administrasi pemerintahan. Sedangkan, nama Biak digunakan untuk menyebut bahasa dan orang yang memeluk kebudayaan Biak yang bertempat tinggal di daerah Kepulauan Biak-Numfor maupun yang bertempat tinggal di daerah-daerah perantauan yang terletak di luar kepulauan tersebut. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery