pasang iklan

Marinus Yegeseni Benarkan Pos TNI-Polri di Intan Jaya Bertambah

INTAN JAYA, JAGAPAPUA.COM - Persoalan perusahaan tambang di Blok Wabu atau dikenal dengan kali Wabu Intan Jaya, Provinsi Papua kini tengah menjadi sorotan publik di tanah air. Bahkan disebutkan ada indikasi sembilan perusahaan akan beroperasi mengelola tambang di wilayah sepanjang kali Wabu dan sekitarnya tersebut.

Terkait hal ini, Ketua Pemuda Anak Intan Jaya Marinus Yegeseni mengatakan, semua komponen peduli kemanusiaan dan peduli alam Papua yang ada di Intan Jaya dengan tegas menolak kehadiran perusahaan tambang di Kali Wabu.

"Kami beberapa organisasi yang ada sudah sepakat untuk tolak perusahaan tambang di Blok Wabu. Karena kehadiran perusahaan ini menghancurkan masa depan kami sehingga dengan tegas kami tolak," katanya.

Selain itu, ia juga membenarkan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 18 Pos TNI-Polri di Intan Jaya khususnya distrik Sugapa di sekitar blok Wabu.

"Khusus kabupaten Intan Jaya, distrik Sugapa, TNI-Polri sudah bangun 18 pos pengamanan dan aktivitas masyarakat di kampung itu dipantau terus oleh tentara dan polisi yang tugas disana sehingga masyarakat jarang ke kebun," katanya.

Menurutnya, mayoritas masyarakat Intan Jaya saat ini sudah mengungsi di Timika, Paniai dan Nabire.

"Banyak masyarakat yang sudah pindah di Nabire, Timika, Paniai dan kabupaten lain di Papua karena trauma tinggal di Intan Jaya," katanya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah berhenti mengirim pasukan. Karena kehadiran keamanan mengakibatkan trauma bagi masyarakat sipil yang ada di kampung-kampung wilayah Intan Jaya.

"Kalau bisa pemerintah harus menciptakan kedamaian disana dengan cara menarik semua pasukan yang ada disana. Kami lihat kemungkinan ada kepentingan negara sehingga invasi keamanan dilakukan dan terbanyak saat ini di Intan Jaya," ucapnya.

Ia berharap adanya kerjasama kaum intelektual bersatu menciptakan suasana aman dan damai agar segala aktivitas masyarakat bisa berjalan lancar seperti yang diharapkan. (Christian)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery