pasang iklan

Ratusan Masyarakat Mimika Barat Geruduk Kantor Bupati Mimika

MIMIKA, JAGAPAPUA.COM - Ratusan masyarakat Mimika Barat, Kabupaten Mimika menggeruduk kantor bupati Selasa (22/3/2022). Ratusan massa ini sebelumnya nampak melakukan pawai mengelilingi Kota Timika hingga sampai di halaman kantor Bupati Mimika.

Massa yang menamakan dirinya Mimika Barat Bersatu mengemukakan aspirasi untuk mendesak pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Mimika Barat. Ketua tim pemekaran DOB Mimika Barat Bersatu mengklaim saat ini masyarakat 5 distrik di Mimika Barat telah bergabung dalam aspirasi pemekaran Kabupaten Mimika Barat.

Ia juga mengatakan, pihaknya siap melakukan sosialisasi aspirasi pemekaran karena telah menyampaikan dokumen-dokumen administrasi calon DOB Kabupaten Mimika Barat kepada pemerintah pusat.

"Kami berani turun lapangan untuk sosialisasi karena dokumen sudah kami sampaikan ke komisi dua ditjen otsus dan mensesneg," ucap Aleks Mansai, dikutip dari detikcom, Selasa (22/3/2022).

Selain itu, Aleks mengatakan tim pemekaran juga telah menunjuk calon karteker bupati Mimika Barat. Bersama masyarakat 5 distrik tersebut, Aleks menegaskan meminta aspirasi pemekaran daerah Kabupaten Mimika Barat diwujudkan. Menurutnya, aspirasi pemekaran ini dibutuhkan guna terwujudnya pemerataan pembangunan di Mimika Barat.

"Biarkan orang lain menolak pemekaran DOB (red, daerah otonomi baru) tapi kami tidak. Kami mau ada pemekaran, supaya ada pembangunan merata di daerah kami, " tambah Aleks.

Menerima aspirasi itu, Asisten I Setda Kabupaten Mimika Yulianus Sasarari meminta dokumen tertulis terkait aspirasi yang disampaikan agar dapat ditindaklanjuti. Menurutnyam aspirasi ini juga akan dibahas lebih lanjut bersama dengan DPRD.

Kondisi yang berbeda terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Selasa (15/3/2022). Akan tetapi demonstrasi damai ini berakhir ricuh. Dua warga dilaporkan tewas tertembak aparat dalam kejadian tersebut. Selain itu, dua orang lainnya mengalami luka tembakan dan seorang aparat juga terluka tembak.

Kedua korban tewas dilaporkan masing-masing atas nama Yakop Deal (30) dan Erson Weipsa (22). Sedangkan dua korban terkena luka tembak pada bagian paha yakni Etos Itlay dan Luki Kobak. Kedua korban tewas kini telah dimakamkan warga di pinggir jalan sebagai simbol penolakan terhadap rencana pemekaran.

Pasca kejadian tersebut, sebanyak 7 anggota polisi diperiksa penyidik Propam Polda Papua. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan penanganan polisi saat pendemo melakukan aksi anarkis berjalan sesuai prosedur atau tidak.

Sementara itu, sebanyak 3 orang yang diiduga terlibat dalam kericuhan tersebut telah diamankan polisi. Satu orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka karena berperan melakukan pembakaran terhadap bangunan dan menyerang personel kepolisian yang bertugas. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (150)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery