pasang iklan

Fenomena Halo Matahari Terjadi di Bintuni, Simak Ulasannya

BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - Masyarakat Bintuni, Papua Barat tengah ramai membicarakan penampakan matahari yang dikelilingi cahaya membentuk cincin. Kejadian itu terjadi pada Minggu (13/3/2022) pukul 12.00 WIT. Banyak masyarakat Bintuni mempertanyakan maksud dari penampakan matahari tersebut.

Menurut BMKG, penampakan itu merupakan Fenomena Halo Matahari yakni fenomena optik berupa lingkaran cahaya yang mengelilingi matahari. Peristiwa ini terjadi karena adanya refleksi dan pembiasan sinar matahari oleh awan dingin di atmosfer yang kemudian dikenal dengan peristiwa 'halo'.

Dikutip dari EarthSky, ilmuan menyebutnya lingkaran cahaya 22 derajat. Hal ini dikarenakan cincin tersebut memiliki radius kurang lebih 22 derajat mengelilingi matahari atau bulan. Selain itu, ada pepatah cuaca kuno mengatakan jika nampak cincin di sekitar matahari berarti menjadi pertanda segera turunnya hujan.

Pepatah ini dapat dikaitkan dengan adanya awan Cirrus yang seringkali datang sebelum badai. Namun lingkaran cahaya itu adalah tanda awan Cirrus berada sangat tinggi dan tipis melayang 20.000 kaki atau lebih di atas permukaan tanah.

Awan ini dikenal mengandung jutaan kristal es kecil sehingga lingkaran cahaya yang nampak disebabkan oleh pembiasan atau pemisahan cahaya kristal. Fenomena Halo Matahari ini dapat terjadi dimana saja selama musim dingin atau musim panas. 

Sebelumnya, fenomena Halo Matahari juga terjadi beberapa bulan yang lalu di kampung Idoor, Distrik Wamesa. Halo Matahari di Idoor terjadi tepat pada pukul 12.00 WIT. Akan tetapi, satu minggu kemudian hujan turun sangat deras dan mengakibatkan banjir di Kampung Idoor. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (153)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery