pasang iklan

Pondok Pinang Pace Mace Nusantara Raih Untung 800 Ribu Semalam

BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - Pondok Pinang lesehan yang berada di ruas jalan masuk pasar sentral Bintuni nampak selalu ramai pengunjung. Di ruas ini terlihat lapak-lapak Pinang pace dan mace Nusantara berjejer rapi dan hampir setiap malam ruas jalan ini ramai dipadati para pembeli.

Harga buah pinang di lokasi ini cukup bervariasi yakni mulai dari RP. 100.000,- untuk buah pinang berukuran kecil dan Rp. 200.000,- untuk pinang yang berukuran besar dan padat buahnya. Selain itu, tawar-menawar juga menjadi hal yang biasa terjadi antara penjual buah pinang dan pembeli.

Tim jagapapua.com menemui Mama Ratih, salah seorang mama penjual pinang di lokasi ini. Mama Ratih nampak sedang mengatur pinang dengan rapi. Ia mengatakan, dirinya memperoleh keuntungan sebesar Rp. 800.000,- dari hasil penjualan buah pinang semalam.

“Pinang yang saya jual ini 1 mayang, semalam saya bisa menghasilkan Rp 500.000,- satu tumpuk saya hargai Rp 10.000,- kalau Pinang kering sama juga harganya Rp 10.000,- Jadi kalau semalam saya bisa dapat dari Pinang Rp 500.000,- dan Pinang kering bisa saya dapat Rp 300.000,- Jadi semalam bisa saya mendapatkan dari hasil jualan Pinang saya sebesar Rp 800.000,-“ ujar mama Ratih.

“Kalau sirih kami biasa dapat dari Sorong atau Jayapura. Bintuni belum ada petani sirih kalau petani pinang banyak saudara-saudara kita di Bintuni biasa bawa jual dan kasih kami dengan hoki,” sambungnya.

Di sepanjang jalan masuk pasar sentral Bintuni dikenal ramai pengunjung yang membeli Pinang terutama pada sore hingga malam hari. Para pembeli pinang ini mayoritas merupakan orang Papua yang hobi memakan pinang. Pemandangan ini menjadi budaya yang tak pernah hilang dari tanah Papua. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (2737)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery