pasang iklan

Direktur Perusda & BPBD Provinsi Pabar Tinjau Lokasi Banjir Idoor

IDOOR, JAGAPAPUA.COM - Banjir yang melanda Kampung Idoor, Distrik Wamesa, Kabupaten Teluk Bintuni pada Senin (21/2/2022) lalu menarik perhatian publik termasuk Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Bintuni Maju Mandiri, Max Samaduda.

Sebagai putra asli Kampung Idoor, Max Samaduda mengambil langkah cepat mengumpulkan warga yang berada di kota Bintuni guna membicarakan langkah-langkah penanggulangan bencana banjir di kampung tersebut. Usai mengadakan pertemuan, Max kemudian bertemu Kepala BPBD Provinsi Papua Barat guna menyerahkan proposal penanggulangan banjir di Idoor.

Pantauan tim jagapapua.com di lapangan, Max bersama tim BPBD Provinsi Papua Barat mengunjungi Kampung Idoor dan bertemu langsung dengan masyarakat kampung. Dalam kunjungan tersebut, tim membagikan bantuan untuk warga yang terkena bencana banjir.

Max dan tim BPBD provinsi juga bertemu aparat kampung di rumah ketua RT 1 yang terkena banjir paling parah. Dalam pertemuan itu, BPBD meminta kepala kampung dan distrik untuk mengeluarkan surat pernyataan tanggap darurat kebencanaan.

Selanjutnya, tim kemudian mengadakan rapat yang bertempat di kantor BPBD dengan agenda pembahasan penanggulangan bencana alam Kampung Idoor Distrik Wamesa. Berdasarkan data yang dihimpun, terkait penanggulangan dan penanganan banjir Idoor diperoleh hasil rapat sebagai berikut:

Pertama, Kepala BPBD menyiapkan surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh Bupati Teluk Bintuni; Kedua, survei untuk penanganan banjir Idoor telah disiapkan oleh konsultan; Ketiga, penumpukan sedimen pada das membutuhkan penanganan yang cepat untuk mencegah bencana banjir Idoor.

Keempat, Pemkab Teluk Bintuni berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Papua Barat untuk segera menangani banjir Idoor. Kelima, persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengambil tindakan adalah surat pernyataan tanggap darurat dan SK tanggap darurat; Keenam, kendala terjadi pada bagian administrasi yaitu lambatnya surat yang masuk untuk penanganan bencana tanggap darurat;

Ketujuh, langkah yang perlu dilakukan segera yaitu normalisasi sungai dan setiap lekukan sungai  Idoor diluruskan; Kedepalan, BPBD Provinsi Papua Barat menunggu SK tanggap darurat dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti bencana banjir Idoor; dan Kesembian, pembuatan posko di kabupaten dan di tempat terjadinya bencana untuk kesiapsiagaan.

Rapat ini dihadiri pula oleh Kepala BPBD Kabupaten Teluk Bintuni Melianus Naa. Melianus berharap bencana Idoor harus menjadi prioritas dalam penanganan yang berjenjang dan bertahap.

“Tahapan-tahapan yang telah kami lakukan adalah bersama dinas terkait lainnya dan Perusda juga pemuda tujuh suku melakukan pendropan bantuan berupa sembako, namun bantuan ini bersifat sementara, sehingga yang dibutuhkan masyarakat adalah bagaimana agar mereka tidak terus terkena banjir. Kiranya adalah langkah-langkah pemerintahan terutama dinas terkait merupakan untuk normalisasi sungai yang menjadi sumber penyebab banjir di Idoor,” ujarnya kepada jagapapua.com.

“Saya hanya melanjutkan suara rakyat kepada kami saat menyerahkan bantuan. Jadi saya pun berharap kepada dinas terkait kabupaten Teluk Bintuni dalam hal ini Bappeda Kabupaten Teluk Bintuni agar bisa menyiapkan anggaran guna normalisasi sungai dapat ditangani,” ungkapnya. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (139)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery