pasang iklan

Tanggapi Unggahan Rasis, Filep Imbau Pengguna Medsos Lebih Bijak

JAGAPAPUA.COM - Senator Filep Wamafma turut menanggapi adanya unggahan Facebook yang dinilai telah melukai suku Arfak di Manokwari, Papua Barat. Filep sangat menyayangkan perilaku tersebut karena telah mengganggu kerukunan dan kedamaian di Manokwari.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Manokwari untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, setiap pengguna harus berhati-hati dalam memposting sesuatu dan harus memastikan unggahan tidak melukai pihak tertentu.

“Saya berharap para pengguna medsos mampu bersikap lebih bijak, termasuk dalam membagikan sesuatu yang dinilai dapat menimbulkan konflik. Pastikan setiap hal yang kita unggah tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman, baik secara fisik maupun emosional,” ujarnya, Senin (28/2/2022).

Selain itu, pengguna medsos diharapkan juga tidak mudah membagikan informasi yang diterima sebelum memeriksa kebenaran informasi tersebut. Menurut Filep, hal ini sangat penting untuk diperhatikan agar tidak mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Ia berharap masyarakat dapat belajar dari kejadian hari ini untuk dapat lebih berhati-hati ke depan.

“Tanah Papua sejak lama telah didiami oleh beragam suku. Karena itu, saya berharap agar para pemuda khususnya, mampu bersikap baik, menjunjung toleransi dan menjaga etika dalam berkomunikasi, apalagi jangkauan media sosial ini cukup luas dan sangat mudah diakses,” jelasnya.

Di era saat ini, arus informasi dan komunikasi mengalir sangat cepat sehingga informasi dapat menyebar luas dalam waktu sangat singkat. Oleh sebab itu, Filep juga berpesan agar pengguna medsos dapat mengunggah maupun membagikan hal-hal positif dan bermanfaat bagi banyak orang.

“Pilih kata yang baik dan tepat saat berkomentar, membalas komentar maupun membuat unggahan di media sosial. Kita harus pastikan unggahan tidak menyinggung orang lain. Jika ingin membagikan informasi, lebih baik periksa dahulu kebenarannya untuk meminimalisir penyebaran berita hoaks. Apalagi menyebarkan unggahan hanya karena mengikuti tren dan justru berakibat tidak baik,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, masyarakat asli Papua di Kota Manokwari melakukan aksi Pemalangan jalan hari ini, Senin (28/2/2022) terkait sebuah unggahan Facebook yang dinilai merugikan nama baik orang asli Manokwari. Pemalangan ini dilakukan sebagai reaksi atas unggahan yang menghina salah satu suku Arfak di Manokwari. Aksi ini menjadi tanda dan bukti kekecewaan suku besar Arfak.

Kepala Intelektual Muda Arfak Sammy Saiba meminta seluruh orang tua di Manokwari agar selalu mengawasi anak-anaknya untuk menjaga perilaku positif dan bertutur kata yang baik di media sosial.

Ia meminta kepada pihak keamanan dari Polres Manokwari maupun Polda Papua Barat agar secepatnya menangkap pelaku yang membuat postingan di Facebook. Sammy menekankan agar kejadian tersebut segera diproses dan ditangani sesuai hukum positif yang berlaku.

“Hukum positif tetap berlangsung dan juga proses hukum adat tetap berlangsung. Proses hukum adat sebagai efek jera bagi siapa saja. Sehingga ini jadi pembelajaran bagi setiap suku yang mendiami dataran suku Arfak dan jadi pelajaran yang berharga bagi yang lainnya, sehingga ke depan tidak terjadi lagi rasisme,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah membuat laporan polisi terkait persoalan ini yang juga telah didengar oleh Kapolres Manokwari. Selain itu, saat ini pelaku juga sudah dalam pengejaran oleh aparat keamanan. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery