pasang iklan

Viral Bocah Papua Ditolak RSAL dan Wafat di Jalan, Ini Kata TNI

MERAUKE, JAGAPAPUA.COM - Sebuah video beredar viral memperlihatkan seorang warga yang mempertanyakan kepada pihak rumah sakit alasan menolak anak asli Papua hingga pasien meninggal dunia di tengah perjalanan menuju RSUD Merauke.

Dalam video yang berdurasi lebih dari 4 menit itu disebutkan pasien anak tersebut merupakan anak asli Marid Papua yang ditolak berobat di RSAL Lantamal XI Merauke.

“Pasien asli Marid yg di tolak berobat oleh RS Angkatan Laut Merauka. Dn keluarga cari jalan lagi antar ke RSUD tetapi sampi di RSUD langsung meninggal dunia. Anak-anak hebat Marid mana?? Bupati Merauke apa tindakan bapak?” bunyi tulisan dalam video.

Video tersebut diunggah di TikTok oleh akun @kaka_tua pada Sabtu (26/2/2022). Dalam unggahannya, disebutkan kejadian itu terjadi pada Jumat (25/2/2022) malam. Hingga kini video tersebut telah disukai sekitar 1,7 juta orang, ditanggapi oleh lebih dari 80 ribu orang dan disebarkan oleh lebih dari 62 ribu orang.

“Kejadian mlm ini 25-02-2022 RS Angkatan Laut Merauke tolak pasien Asli Papua, asli anak Marid dn meninggal dlm perjalanan Menuju RSUD,” tulis akun @kaka_tua.

Menanggapi kejadian itu, pihak TNI Angkatan Laut (TNI AL) segera meminta maaf atas meninggalnya bocah asli Papua dan menegaskan akan menyelidiki kasus yang melibatkan pihak RSAL Lantamal XI Merauke.

"TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyampaikan permohonan maaf dan akan melakukan penyelidikan terkait viralnya video dengan konten penolakan pasien oleh Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Lantamal XI Merauke. Sehingga menyebabkan kekecewaan pihak keluarga atas penanganan RSAL Lantamal XI yang akhirnya menimbulkan korban jiwa," bunyi pernyataan yang dikutip dari rilis resmi TNI AL, Sabtu (26/2/2022).

Kronologi Kejadian

Dalam pernyataan itu disebutkan, kejadian berawal saat RSAL Lantamal XI Merauke kedatangan pasien seorang anak berumur 10 tahun atas nama Adriana Mahuse. Dikarenakan tidak memiliki dokter spesialis anak, petugas RSAL "mengarahkan keluarga pasien untuk membawanya ke RSUD Merauke" yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan pasien segera mendapatkan pananganan maksimal.

"Namun keputusan ini berbuntut panjang yang menyebabkan keluarga pasien merasa tidak diterima di RSAL dan menjadikannya viral di media massa," lanjutnya.

Dalam konferensi pers, Sabtu (26/2/2022), Kepala Rumah Sakit Lantamal XI Letkol Laut (K) Nursito menyampaikan bahwa pasien sempat diperiksa di mobil dan kondisi pasien "dalam keadaan sadar dan stabil serta memungkinkan untuk dibawa ke RSUD Merauke".

Selain itu disebutkan, RSUD Merauke hanya berjarak sekitar 100 meter dari RSAL. Lebih lanjut, dijelaskan saat di tengah perjalanan pasien yang 4 hari sebelumnya pernah ditangani RSUD Merauke karena Covid-19 tersebut meninggal dunia.

Atas kejadian ini, pihak TNI AL melalui Wakil Komandan Lantamal XI Merauke dan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut menegaskan akan menyelidiki kasus tersebut dan akan memproses hukum secara tegas apabila terbukti ada kelalaian dari pihak RSAL Lantamal XI.

"Kalau sudah terbukti melanggar, tidak ada seorang pun anggota TNI AL yang bersalah yang lolos dari jerat hukum. Masalah ini perlu ditindaklanjuti," ujar Kadispenal Julius Widjojono.

Pasca kejadian, pihak TNI AL telah melakukan mediasi antara pihak RSAL Lantamal XI dan pihak keluarga pasien untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak RSAL Lantamal XI berjanji akan memproses lebih lanjut apabila ada kesalahan dari petugas RSAL sesuai tuntutan pihak keluarga. Sementara itu, alm Adriana Mahuse telah dimakamkan di Tanah Miring yang juga dihadiri oleh pihak RSAL Lantamal XI. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (1)

  • Jamesrow

    pharmacie en ligne sans ordonnance: pharmacie en ligne - Pharmacie en ligne livraison Europe

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery