pasang iklan

Akses Jalan Trans Papua Barat Penghubung Fakfak-Bintuni Terputus

FAKFAK, JAGAPAPUA.COM - Akses jalur transportasi jalan Trans Papua Barat yang menghubungkan dua kabupaten yakni Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Bintuni terputus, Kamis (24/2/2022). Kondisi ini disebabkan banjir setinggi 1 meter yang melanda Distrik Bahamdandara akibat intensitas curah hujan tinggi sejak Rabu malam hingga Kamis.

Laporan sementara menyebutkan sejumlah rumah warga di beberapa kampung mengalami kerusakan ringan hingga berat. Komandan Korem 182 Jazira Onim Kolonel Arh Jusak Prastia Girsang mengatakan, selain curah hujan yang tinggi, tidak adanya saluran drainase di sepanjang Jalan Trans Papua tersebut juga menyebabkan air menggenang di badan jalan.

"Dari laporan Dandim 1803-Fakfak Letkol Inf Gatot Teguh Waluyo menyampaikan, banjir yang terjadi di wilayah Distrik Bahamdandara akibat dari curah hujan yang lebat akhir-akhir ini dan tidak adanya saluran drainase disepanjang Jalan Trans Papua sehingga air menggenangi jalan tersebut," ujarnya.

Jusak Prastia menambahkan, Kodim 1803/Fakfak juga telah menurunkan personelnya untuk membantu dan mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir. Ia juga mengimbau warga untuk segera mengungsi jika banjir semakin meluas.

Jusak berpesan bagi warga yang menunggu air surut jika membutuhkan obat-obatan dan air bersih dapat mendatangi Koramil terdekat di wilayah Kodim Fakfak untuk mendapat bantuan. Menurutnya, Dandim Fakfak beserta prajurit juga membagikan makanan siap saji dan minuman air bersih serta ikut membantu menyeberangkan masyarakat yang terdampak banjir dan bergotong royong dengan BPBD, PMI dan warga mendirikan tenda darurat.

Aksi Heroik Polisi Terjang Banjir Selamatkan Ibu Hamil yang Hendak Melahirkan

Di tengah terjangan banjir, nampak aksi heroik dari seorang polisi bernama Aiptu Salim Gandeguay. Ia membopong Ibu Yanda Jumiati di Distrik Bomberay yang hendak melahirkan. Karena air ketubannya pecah, menurut pihak Puskesmas Ibu Yanda harus segera dibawa ke rumah sakit umum.

Aiptu Salim kemudian berupaya membuat tandu untuk menggotong Yanda. Ia dibantu keluarga dan didampingi dua orang suster di Puskesmas Bomberay harus menerobos banjir setinggi 1 meter dan menempuh jarak sekitar 500 meter untuk tiba di daratan.

“Sekitar pukul 09.00 WIT tadi pagi kita bawa ibu itu dengan menggotong dengan menempuh jarak 500 meter,” ujarnya.

Saat tiba di daratan yang tak terkena banjir, Yanda kemudian dibawa ke rumah sakit umum terdekat untuk segera menjalani persalinan.

"Alhamdulillah, Ibu Yanda setelah dibawa ke Rumah Sakit, malam ini dia sudah melahirkan bayi perempuan dengan berat 2,7 kg dengan normal," sambung Aiptu Salim.

Smeentara itu, pihak Pemkab Fakfak bersama TNI dan pihak-pihak lain yang terkait terus berkoordinasi untuk mengevakuasi warga. Koordinasi juga dilakukan untuk menyiapkan dan mengirimkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery