pasang iklan

Soal Pencaker Lokal, Aloisius: Pemda Perlu Siapkan Tim Independen

BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - Puluhan pencari kerja dan alumni Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni Papua Barat menggelar demonstrasi hingga menyegel kantor cabang perwakilan BP Tangguh serta kantor CSTS hari ini, Senin (14/2/2022).

Demonstrasi di salah satu sub kontraktor proyek BP Tangguh di Kampung Lama yang berlangsung dini hari itu menagih janji penyelesaian masalah terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan perekrutan tenaga kerja di perusahaan minyak dan gas bumi (migas) di daerah ini.

Permasalahan ini juga didengar dan diamati langsung oleh Aloisius Serang, simpatisan BP Tangguh yang juga pernah bekerja cukup lama yakni 2 tahun di bagian community dan 6 tahun di bagian keuangan serta 9 tahun di HRD Leader Papua development.

“Demonstrasi wajar-wajar saja, yang mana mereka mendapat informasi dari saudara-saudara yang sedang bekerja di LG site masa konstruksi bahwa CSTS masih mendatangkan tenaga kerja dari luar Papua. Kalau hal ini benar, mengapa CSTS mengabaikan pencaker dari ring 1 Teluk Bintuni. Saya pikir CSTS harus berpegang pada komitmen AMDAL,” kata Aloisius kepada jagapapua.com.

Ia menambahkan, AMDAL tidak dapat dibuat hanya semata-mata untuk meluruskan atau memperlancar kegiatan bisnis. Akan tetapi, AMDAL perlu diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik dan benar agar tidak muncul permasalahan bahkan hingga demonstrasi seperti saat ini.

“Bisnis ini dikendalikan oleh manusia yang seharusnya punya pandangan yang tepat. Kalau dulu konstruksi pertama banyak masalah seperti begini ya bagaimana meminimalisir. Saya katakan demikian oleh karena manusia-manusia yang sama dari konstruksi 1 dan 2 hingga sekarang masih terlibat dalam konstruksi trend 3,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan empati terhadap para pencaker di Bintuni. Menurutnya, pemerintah sudah saatnya membentuk Tim Independen yang selalu mengawasi dan berkoordinasi terkait kesempatan kerja dan ketentraman anak-anak 7 suku bekerja di dalam LNG tangguh.

“Hal ini penting untuk menghindari pihak-pihak lain masuk menyusup dan demi kamtibmas kota tercinta negeri sisar matiti. Kejadian demo hari ini sudah saatnya pemerintah daerah memanggil pimpinan BP Jakarta dan CSTS, untuk sama-sama bicara. Jangan pimpinan BP dan CSTS yang ada di site mereka tidak mempunyai kapasitas dan otoritas untuk mengambil keputusan,” tutupnya. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (142)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery