pasang iklan

Mengenal Pandoki: Tembakau Tingwe Digulung dengan Daun Nipah

IDOOR, JAGAPAPUA.COM - Merokok bisa dikatakan menjadi salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia khususnya kaum laki-laki. Rokok linting Tingwe menjadi salah satu jenis yang cukup lekat dengan masyarakat. Untuk dapat menikmati tembakau Tingwe diperlukan kertas rokok linting terbaik. Hal ini sudah menjadi hukum yang tak bisa diabaikan bagi penikmat tingwe sejati. Begitu banyak pilihan tembakau yang enak namun tanpa ditunjang kertas rokok yang cocok, jelas akan mengurangi kemantapan ber-tingwe.

Di masa sekarang ini, ketika banyak perokok mulai beralih ke rokoh Lintingan, tokoh-tokoh tembakau cukup memperhatikan dalam menyediakan beragam pilihan kertas rokok. Sebagai konsumen cukup penting untuk mengetahui jenis kertas rokok Linting yang menunjang kenikmatan paripurna.

Bagi perokok yeng memiliki selera tinggi, ada baiknya membeli kertas yang bukan sekadar bisa dibakar dan dihisap. Setidaknya ada dua tipe kertas rokok yang umumnya beredar di pasaran. Pertama, tipe kertas rokok yang manis di pangkalnya. Kedua, jenis kertas rokok yang tidak ada manisnya alias tawar.

Kertas yang dibeli lebih baik adalah kertas yang tidak ada manisnya. Alasannya, kertas yang ada manisnya terkadang agak mengurangi keotentikan rasa tembakau. Apalagi bagi penikmat tingwe yang menghindari unsur manis karena berpotensi memicu gangguan kesehatan.

Umumnya kertas rokok yang manis ini memang lebih murah dari yang tawar yakni di kisaran seribu hingga dua ribu rupiah saja. Namun tidak sedikit juga di pasaran, kertas rokok yang tawar tapi ketebalan kertasnya tidak memenuhi syarat. Adapun yang memenuhi syarat di sini adalah kertas yang tipis dan tidak terlampau putih pada permukaan kertasnya.

Sekedar wawasan tambahan, bahwa bahan baku kertas itu adalah pulp (bubur kertas). Komponen utama pulp, yakni selulosa, hemiselulosa dan lignin. Pulp dapat dibuat dari kayu, non kayu dan kertas bekas (waste paper). Dalam perkembangannya, ada juga yang dibuat dari batang tembakau yang diproses secara khusus.

Warga Kampung Idoor, Bintuni memiliki cara unik tersendiri saat merokok. Warga Kampung Idoor juga menggunakan daun Nipah muda untuk menggulung tembakau sebagai pengganti kertas rokok. Adalah Danggo Wan bersama rekannya penikmat rokok linting dengan menggunakan daun Nipah kering.

Saat ditemui jahapapua.com, ia mengatakan, merokok menggunakan daun Nipah ini rasanya tentu sangat jauh berbeda dengan kertas rokok buatan pabrik. Rasa rokok linting Tingwe dengan daun Nipah terasa sedikit asing di ujung daun Nipah dan sedikit pedas menggigit ujung lidah. Namun ada aroma khas dan tidak membuang khas dari tembakau.

“Perpaduan antara aroma tembakau dan daun Nipah memberi kenikmatan tersendiri bagi para lansia dan penggemar rokok Linting di kampung-kampung yang memang jauh dari jangkauan kertas tembakau seperti di kampung Idoor,” ujarnya.

Adapun prosesnya, daun Nipah yang sudah dijemur pada asaran perapian digulung atau dilinting dengan tembakau. Rokok ini biasa disebut oleh masyarakat suku Wamesa dengan nama khas di suku Wamesa dan Suku Kuri yakni Pandoki. Pandoki ini biasanya disajikan pada acara-acara ritual adat. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (149)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery