pasang iklan

Sampah Kiriman dari Negara Lain Ancam Kelestarian Laut Raja Ampat

RAJA AMPAT, JAGAPAPUA.COM - Raja Ampat dikenal sebagai destinasi wisata utama Indonesia setelah Bali. Keindahan laut Raja Ampat, warna-warni terumbu karang yang ada di perairan Raja Ampat memancarkan pesona yang begitu indah.

Tak heran Raja Ampat menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan bahkan hingga mancanegara. Para wisatawan tak harus menyelam ke laut dalam karena keindahan laut dangkalnya sudah mewakili isi laut dalam beserta keanekaragaman biota laut dalam.

Akan tetapi, keindahan alam laut Raja Ampat kini terancam sirna akibat sampah yang menumpuk. Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah ini mengancam kelestarian kehidupan biota laut dan biodiversitas di kawasan laut Raja Ampat.

Peneliti senior Institut Pertanian Bogor (IPB) University Arsyad Al Amin menyebut, sampah laut ini bukan berasal dari Raja Ampat melainkan sampah kiriman dari daerah lain sekitar laut Pasifik.

"Sekarang itu sampah yang kita temukan itu bukan sampah dari Raja Ampat, tetapi sampah dari luar, sampah kiriman dari daerah lain, dari Laut Pasifik," kata Arsyad seperti dikutip dari detik, Rabu (9/2).

Kondisi ini menurutnya menuntut adanya langkah-langkah antisipatif dari pemerintah daerah setempat agar Raja Ampat tidak menjadi terminal sampah di kemudian hari. Selain itu, pemda juga harus memastikan pengelolaan sampah rumah tangga yang tepat agar tidak turut mencemari laut. Hal ini penting untuk diperhatikan karena wisata Raja Ampat termasuk sektor yang mendorong perekonomian masyarakat setempat.

"Jadi yang kita dorong itu, bagaimana Raja Ampat bisa mengantisipasi sampah-sampah kiriman itu, seperti dengan metode jaring sampah yang pemerintah punya," tambah Arsyad.

Sebelumnya, pada Rabu (9/2/2022), IPB University bersama Pemda Raja Ampat melaksanakan Aksi Bersih Pantai yang berlangsung di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat.

Kegiatan ini merupakan salah satu output  dari Desain Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu dalam Mendukung Percepatan Pelaksanaan Rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP-3-K)  di Provinsi Papua Barat dan bagian dari program Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) IPB.

Program ini diantaranya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan perairan serta kelestarian kawasan pulau kecil di Kabupaten Raja Ampat. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery