pasang iklan

Jalur Logistik di Papua Barat Kini Terhubung Langsung ke Jawa

KAIMANA, JAGAPAPUA.COM - Jalur logistik di Papua Barat kini terhubung langsung dengan Pulau Jawa. Pasalnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menambah trayek tol laut menuju Pelabuhan Kaimana, Papua Barat dengan rute baru trayek T30 yang akan melayani rute Tanjung Perak - Kaimana - Tanjung Perak. 

Penambahan trayek ini diharapkan dapat menunjang aktivitas distribusi barang dan mendorong perekonomian di daerah terpencil dan daerah belum berkembang. Selain itu, terbukanya akses laut ini juga bertujuan untuk menurunkan disparitas (perbedaan) harga antar wilayah di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha.

"Tol Laut diharapkan dapat membantu kelancaran pasokan distribusi di daerah tersebut, serta mendorong perekonomian warga sekitar dalam rangka optimalisasi muatan balik nantinya," ujar Arif, Kamis (6/1/2022).

Menurut Arif, Pelabuhan Kaimana sendiri telah memiliki dermaga eksisting dengan panjang 123 x 8 meter. Dermaga ini dapat menampung kapal dengan kapasitas standar sampai dengan 14.000 DWT dan kedalaman -8 mLWS.

Adanya trayek baru ini termuat dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) Nomor KP-DJPL 8 Tahun 2022 yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022. Sedangkan sebelumnya, jalur tol laut ke Pelabuhan Kaimana sudah dilayani oleh trayek T27 dengan rute Merauke - Dobo - Elat - Tual - Kaimana - Biak - Serui - Nabire - Elat - Merauke.

Selain menambah trayek baru, Kemenhub juga menambah pelabuhan singgah dan merubah pelabuhan pangkal pada trayek tol laut T-11, T-19, T-22, T-23, T-24, T-25, dan T-26. Dengan demikian, kini telah tersedia 34 trayek tol laut guna mendukung aktivitas distribusi logistik dan mengurai persoalan disparitas harga di wilayah Indonesia.

Keberadaan Tol Laut Sukses Dukung Ketahanan Pangan Lokal di Papua

Program Tol Laut telah berhasil menurunkan disparitas harga beberapa komoditas. Namun program unggulan Presiden Joko Widodo ini masih perlu optimalisasi agar memberikan dampak yang lebih luas terutama bagi Pemerintah Daerah di wilayah Indonesia Timur.

Sedangkan pada Rapat Koordinasi Optimalisasi Program Tol Laut di Gedung Bina Graha Jakarta, Jumat (16/4), Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi menyampaikan bahwa pelaksanaan program Tol Laut telah mengalami peningkatan yang signifikan sejak mulai diimplementasikan pada tahun 2016.

Hingga tahun ini, jumlah pelabuhan singgah tol laut meningkat menjadi 103 titik dari 31 titik pada tahun 2016. Begitu juga jumlah armada kapal meningkat dari 6 kapal pada tahun 2016 menjadi 30 kapal pada tahun 2021, dan jumlah trayek meningkat dari 6 trayek pada tahun 2016 menjadi 30 trayek pada tahun 2021.

Sementara itu, keberadaan Tol Laut Depapre di Kabupaten Jayapura juga dirasakan sangat membantu bagi ketahanan pangan lokal di Provinsi Papua. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua Samuel Siriwa mengatakan, beroperasinya tol laut Depapre sangat membantu pemerintah terutama mempermudah aktivitas distribusi pangan lokal dari satu daerah ke daerah lain di Papua.

Salah satu persoalan yang dihadapi di Provinsi Papua adalah persoalan distribusi pangan yang sulit dan belum merata. Pasalnya, surplus produksi pangan di suatu daerah mengalami kesulitan untuk didistribusikan ke daerah lain dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga surplus tersebut hanya dapat didistribusikan ke daerah sekitarnya. Namun kini surplus produksi yang terjadi misalnya di Merauke telah dapat didistribusikan secara merata di wilayah Papua.

“Pasalnya, beras yang awalnya sulit didistribusikan atau membutuhkan waktu lama untuk disalurkan, kini sudah ada solusinya. Dengan tol laut ini diharapkan, beras Merauke ini dapat terdistribusi dengan baik di wilayah Papua,” kata Samuel Siriwa.

Sementara itu, distribusi beras dari Kabupaten Merauke juga telah menambah persediaan beras bagi masyarakat Papua di Gudang Bulog. Bulog Papua menyatakan bahwa beras yang dikirimkan dari surplus di Kabupaten Merauke berjumlah sekitar 400 ton. Dengan penambahan beras dari Merauke, persediaan beras bagi Papua mencapai 2.200 ton dikarenakan persediaan awal di gudang Bulog tercatat hanya 1.800 ton. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (2)

  • atflnta

    C3NaYF yalqcbbbqkko, [url=http://ayqutpcoqisg.com/]ayqutpcoqisg[/url], [link=http://wpjbyugiecmf.com/]wpjbyugiecmf[/link], http://pjiqrchascjp.com/

  • CarrollFlife

    https://prednisone.digital/# prednisone 3 tablets daily

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery