pasang iklan

Mabes TNI Lakukan Perubahan Satgas di Papua-Papua Barat

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM - Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan perubahan satuan tugas yang berada di wilayah Papua dan Papua Barat. Perubahan ini dilakukan mulai dari Satgas Komando Distrik Militer (Kodim), Satgas Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) hingga Satgas Pangkalan Angkatan Laut (Lanal).

Jenderal TNI Andika Perkasa menerima paparan secara detail dari Panglima Kodam Cenderawasih dan Panglima Kodam Kasuari. Perubahan yang dimaksud dimulai dari perpindahan tempat (dislokasi) hingga penambahan dan penggabungan personel TNI yang akan ditugaskan.

“Semua Satgas di bawah Mabes TNI yang sekarang berada di Papua dan Papua Barat itu menjadi Satgas Kodim dengan Koramil masing-masing. Kemudian ada Satgas pangkalan udara (Lanud), Lanud dan ada Satgas Lanal,” ujarnya sebagaimana disiarkan dalam akun YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa, Minggu (2/12/2022).

Dalam arahannya, Jenderal Andika memerintahkan setiap Satgas menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik dan memprioritaskan komunikasi sosial dengan masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, untuk Satgas Kodim melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kodim. Yang menjadi prioritas adalah pembinaan teritorial dengan melihat aspek geografi dan penduduknya dengan menjalankan komunikasi sosial.

“Tugas pokok Satgas Lanud adalah melakukan tugas pokok dan fungsinya Lanud, tapi fokusnya ada pada pembinaan potensi kedirgantaraan dan komunikasi sosial. Kemudian yang Satgas Lanal pun pangkalan angkatan laut melaksanakan tugas pokok dan fungsi pangkalan angkatan laut tapi fokusnya adalah pembinaan potensi kemaritiman dan komunikasi sosial,” jelasnya.

Andika menambahkan, ia bertanggung jawab untuk menyiapkan tempat-tempat baru terlebih dahulu. Ia juga akan memastikan tempat baru yang sudah dipilih harus terpenuhi item-item vitalnya.

Sebelumnya, saat menjalani fit and proper test di Komisi I DPR RI, Panglima TNI menyampaikan akan menggunakan diplomasi militer dan pendekatan humanis guna mengurai persoalan di bumi Cenderawasih tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul K Almasyhari.

"Apa yang akan dilakukan untuk memberikan perubahan persepsi terhadap Indonesia dari masalah-masalah yang selama ini menyangkut Papua, seolah-olah Indonesia ada pada posisi salah. Rupanya bukan kekuatan militeristik yang akan diturunkan namun ingin mengedepankan diplomasi militer," katanya, Senin (8/11).

Lebih lanjut, menurut Almasyhari, Jenderal Andika Perkasa menekankan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap potensi kerusuhan yang ada di tanah air, termasuk di wilayah Papua dan Papua Barat.

Menurut Jenderal Andika salah satu kebijakan yang akan diambilnya adalah mengisi pos-pos militer mulai dari Kodam, Koramil, Kodim dan akan disiapkan juga Satuan Tugas. Ia mengatakan, pengisian tersebut bukan merupakan penebalan pasukan untuk memerangi rakyat namun memang kebutuhan karena banyak posisi yang masih kosong.

"Itu baru TNI AD, belum dari pangkalan-pangkalan laut dan udara karena masih banyak kekosongan. Jadi penambahan prajurit di sana bukan berarti otomatis hanya penebalan pasukan untuk memerangi rakyat namun kebutuhan itu masih banyak yang kosong," terangnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery