pasang iklan

Sejak Irian Jaya, Rumah Warga Tak Tersentuh Program Pemerintah

IDOOR, JAGAPAPUA.COM - Rumah-rumah warga di kampung Idoor, Distrik Wamesa, Kabupaten Teluk Bintuni nampak sudah tidak layak dihuni. Kepala Baperkam Idoor Yukianus Idorwai mengatakan, rumah-rumah warga yang terbuat dari kayu ini dibangun sejak masa Irian Jaya berpuluh tahun yang lalu. Namun hingga telah menjadi provinsi Papua Barat saat ini, rumah warga Idoor belum juga tersentuh pembangunan pemerintah.

Yukianus Idorwai berharap pemerintah dapat memberikan program rumah layak huni bagi warga Idoor terlebih pemukiman warga ini rawan dilanda banjir saat air sungai meluap. Kondisi kayu juga akan mudah lapuk bila seringkali terendam air.

“Kalau bisa Dinas Perumahan tolong programkan beberapa unit rumah untuk kampung Idoor. Kalau dilihat rumah-rumah yang ada ini semua dibangun masih Irian Jaya. Dan sampai saat ini sudah ada provinsi Papua Barat dan juga sudah ada pemda Bintuni, kenapa tidak ada bantuan rumah bagi warga saya di kampung Idoor. Ini bagaimana dengan pemerintah ini, kenapa sampai mereka tidak bangun rumah bagi penduduk kami di Idoor?” ujar Yukianus kepada jagapapua.com, Senin (20/12/2021).

Ia berharap aspirasi ini dapat didengar oleh Bupati Teluk Bintuni. Ia meminta pemda Bintuni dapat berkunjung ke Distrik Wamesa untuk mengetahui dan memeriksa kondisi pemukiman warga secara langsung.

“Coba datang ke distrik Wamesa baru lihat sendiri perumahan warga yang saat ini terendam banjir ini bagaimana? Bapak dengar dorang bilang pemerintah hadir untuk mendekatkan pelayanan bagi kami masyarakat baru sekarang pemerintah dimana? Bapak ini rasa peran pemerintah sudah tidak ada lagi. Kita rakyat ditelantarkan, tidak ada layanan yang baik bagi kami,mungkin kami ini karena masyarakat kampung ka?” tambahnya.

Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa rumah pendeta layak huni untuk Pendeta Kuri Arumsore, pendeta Gereja Betel Idoor. Pelayanan iman dan kasih bagi umat merupakan amanat Injil Tuhan bagi manusia. Hal ini khususnya bagi para pelayan Tuhan yang menerima tugas dan tanggung jawab dari Sinode untuk melayani umat. Namun semua ini dapat berjalan baik jika difasilitasi dengan baik pula oleh pemerintah untuk para pelayan Tuhan yang bertugas di kampung-kampung.

“Lihat rumah bapak pendeta. Kasihan dia tinggal di rumah pendeta yang lama, atap dan lantainya sudah rusak. Jadi bapak berharap pemerintah kalau bisa rehab rumah pendeta mungkin melalui dinas perumahan kabupaten agar tahun ini tolong programkan satu rumah untuk pendeta kami,” ujarnya.

Pendeta Kuri Arumsore adalah pendeta muda yang bertugas dan bertanggungjawab dalam pelayanan bagi jemaat Betel Idoor. Ia tinggal di salah satu rumah pastori yang sudah tidak layak lagi. Namun karena tugas dan panggilan Tuhan kepadanya dalam pelayanan bagi jemaat di gereja Betel, ia bertahan di bawah rumah pendeta yang lama yang atapnya bocor, lantai pecah-pecah, kaca dan pintu sudah tidak layak lagi. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (627)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery